Tayangan Bunuh Diri di Sosial Media Bisa Picu Pelaku Bunuh Diri

Herman - Senin, 14 Oktober 2019 12:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102019/7508_Tayangan-Bunuh-Diri-di-Sosial-Media-Bisa-Picu-Pelaku-Bunuh-Diri.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Depresi berat atau tekanan jiwa, memang sebagai alasan dari seseorang untuk melakukan aksi bunuh diri. Namun, hal ini akan semakin terdorong oleh sesuatu hal yang dianggap bisa menjadi bagi contoh pelakunya.

 

Dokter spesialis kejiwaan Dr dr Elmeida Effendy MKed KJ SpKJ (K) mengatakan, salah satunya adalah tayangan bunuh diri yang cukup banyak terdapat di sosial media. Apalagi ia menyebutkan, tak jarang, seseorang yang melakukan bunuh diri juga menyiarkan aksinya melalui live di facebook, instagram, maupun youtube.

 

"Bagi orang yang labil emosinya dan mudah terpengaruh, menyaksikan adegan bunuh diri live dari facebook atau youtube dapat menginduksi hal yang sama. Apalagi bagi anak-anak yang belum cukup umur dan belum mengerti dengan apa yang dilihatnya, sehingga bisa meniru adegan yang ditontonnya," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (13/10/2019).

 

Elmeida menjelaskan, secara umum, ada banyak faktor yang membuat orang sampai melakukan aksi bunuh diri. Antara lain kata dia, berupa gangguan jiwa seperti depresi, bipolar, maupun skizofrenia.

 

Selain itu, lanjut dia, orang yang hidup sendiri, tidak punya keluarga atau teman yang mendukung juga berpotensi melakukan bunuh diri. Begitu juga bagi mereka yang telah menjadi pengguna zat adiktif juga dapat melakukan hal yang sama tersebut. 

 

"Hal ini akan semakin lebih mungkin, jika diinduksi oleh adegan bunuh diri yang disiarkan live di sosmed," jelasnya.

 

Oleh karenanya, Elmeida mengingatkan, agar jangan berpikir bahwasanya orang-orang terdekat akan selalu aman-aman saja. Padahal ternyata, mereka justru sudah mengalami depresi dan bahkan telah berencana untuk melakukan bunuh diri.

 

Untuk itu, ia menuturkan, cara sederhana dalam mencegah aksi bunuh diri, adalah dengan bersikap lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama bila orang disekitar ada yang menunjukkan perubahan perilaku, misalnya emosi yang labil.

 

Jika hal itu benar terjadi, sambung dia, maka ia menyarankan, orang tersebut sedapat mungkin untuk ditemani, termasuk menawarkan supaya mau berkonsultasi pada orang ahlinya.

 

"Karena untuk pencegahan, sebenarnya yang paling penting untuk dilakukan adalah deteksi dini dari gangguan kejiwaan yang ada," pungkasnya.(BS04)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Penyebab Kematian Mahira Disimpulkan Bunuh Diri

Kesehatan

Bakamla RI Kerahkan Personel Bantu Tim SAR Cari Korban Bunuh Diri

Kesehatan

Diduga Bunuh Diri, Seorang Wanita Lompat dari Ruko

Kesehatan

Kapolrestabes Medan : Tingkatkan Kewaspadaan dan Penjagaan

Kesehatan

Pasca Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Polda Sumut Minta Jajaran Tingkatkan Kewaspadaan

Kesehatan

Kapolri: Agus Sujatno Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Terafiliasi JAD