Tokoh Agama Siap Jadi Ujung Tombak Membangun Kesadaran Pentingnya KIA

- Rabu, 01 Mei 2019 08:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042019/843_Tokoh-Agama-Siap-Jadi-Ujung-Tombak-Membangun-Kesadaran-Pentingnya-KIA.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Tokoh agama dan tokoh masyarakat dari Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Asahan, dan Padang Lawas menyatakan komitmen dan kesiapan untuk menjadi ujung tombak membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk mengurangi tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir di daerah masing-masing.

 

Kebulatan tekad itu dituangkan dalam sebuah pernyataan bersama usai lokakarya (workshop) yang difasilitasi USAID-Jalin di Hotel Platinum, Rantauprapat, Selasa (30/04/2019). Dilansir dari laman Labuhanbatukab.go.id, Rabu (01/05/2019), workshop tersebut dihadiri oleh pejabat Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Tim Penggerak PKK, PWI, MUI, NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, tokoh gereja, dan KNPI dari kelima kabupaten di atas.

 

Pada bagian awal, Nasril Lubis dan Toga Nainggolan dari tim USAID-Jalin Regional Sumut memaparkan bahwa tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia, dan Sumut secara khusus, masih relatif tinggi. Di Sumut setiap minggunya ada lima ibu dan 18 bayi baru lahir yang meninggal dunia.

 

“Persoalan ini hanya bisa diatasi dengan keterlibatan dan kesungguhan semua sektor, tidak terbatas pada sektor kesehatan. Salah satu faktor yang sangat penting adalah membangun kesadaran di kalangan ibu untuk mengetahui hak-haknya, dan seiring dengan itu, mendorong tumbuhnya kepedulian masyarakat untuk ikut memainkan peran,” kata Nasril.

 

Antusiasme para peserta dalam diskusi juga telah melahirkan berbagai pemikiran dan gagasan, di antaranya perlunya keterlibatan tokoh agama dan masyarakat karena masyarakat Indonesia masih sangat mendengar seruan pemuka agama, serta menjadikannya acuan dan pedoman saat mengambil keputusan.“Selain itu, tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk tokoh pemuda, memiliki pemahaman yang sangat baik terkait karakter masyarakat di sekitarnya, dan paham benar bagaimana mengemas dan menyampaikan pesan-pesan tentang KIA secara efektif kepada masyarakat,” ujar Nasril.

 

Dia juga menegaskan bahwa USAID-Jalin hanya bersifat memfasilitasi, mengajak semua pemangku kepentingan untuk duduk bersama. “Kita berharap, dengan itu terjalin sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, sektor swasta, media, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang memiliki kepedulian  tentang persoalan ini, sehingga upaya menekan AKI dan AKB bisa berkelanjutan untuk masa-masa mendatang,” katanya.

 

Workshop itu sendiri merupakan bagian dari safari (roadshow) kampanye di lima zona Sumut. Selain untuk mendapatkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan di daerah, hal tersebut juga bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan penilaian tentang karakteristik persoalan di tiap daerah terkait tingginya tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pjs Walikota Pematangsiantar Bagikan KTP dan KIA kepada Pelajar dari 24 Sekolah

Kesehatan

Penuhi Hak Anak: Walikota Serahkan KIA di SMP Negeri 2 Pematangsiantar

Kesehatan

Pemalsuan Surat, Laporan Yenny Cendekia Naik ke Tahap Sidik oleh Penyidik Polrestabes Medan

Kesehatan

Walikota Pematang Siantar: Pemuka Agama Miliki Peran Kunci Ciptakan Pemilu Damai

Kesehatan

Pemko Medan Gelar Pertemuan Tokoh antar Agama, Tingkatkan Kebersamaan dan Toleransi

Kesehatan

Bangun Toleransi, Polrestabes Medan Ajak Tokoh Agama Jaga Suasana Aman Jelang Pemilu 2024