Pemilu 2019, Kemenkes Soroti Prediksi Caleg Stres Karena Gagal Terpilih

- Rabu, 17 April 2019 12:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042019/1537_Esok-Pemilu--Kemenkes-Soroti-Prediksi-Caleg-Stress-Karena-Gagal-Terpilih.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Stres pasca Pemilu bisa saja terjadi pada calon legislatif (Caleg) yang gagal meraup suara terbanyak. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan RI, dr Fidiansjah mengatakan hal tersebut akan menjadi perhatian Kemenkes. Dia menjelaskan penyebab stress yang terjadi pada setiap individu tidak bisa diprediksi. Yang jelas, begitu daya tahannya rapuh, konsep dalam diri seseorang terjadi suatu gejolak antara cita-cita dan harapan, lalu realitas tak terpenuhi.

 

"Orang-orang yang rapuh menghadapi antara realitas dengan kenyataan bukan hanya pada pemilu. Tapi terjadi di semua kondisi. Untuk itu, prinsipnya di dalam penyeleksian pasti mengalami kemenangan atau kegagalan. Maka kesiapan menerima kenyataan karena tidak sesuai yang diharapan harus bisa menerima. Prinsip pertamanya itu siap kalah dan menang," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan RI, dr Fidiansjah, dilansir dari Depkes.go.id, Rabu (17/04/2019).

 

Ketika Caleg mengatakan proses ingin menjadi calon, sambung dr Fidi, itu ada surat keterangan kesehatan termasuk kejiwaan. Terjadinya stress pasca pemilu dianggapnya sebagai sebuah kejadian yang tidak biasa atau dianalogikan seperti bencana alam yang tidak dapat diprediksi. Artinya, kejadian tidak lazim termasuk stress pasca Pemilu sama dengan stress pasca bencana. Bencana itu tidak ada yang menduga, hal sama juga pada Pemilu. "Ini sebuah situasi yang diketahui banyak pihak sebagai sesuatu seperti kejadian yang tidak biasa atau bencana. Proses ini (Pemilu) adalah proses persaingan dan gangguan jiwa itu bisa terjadi dari ringan sampai tingkat berat," lanjutnya.

 

Berapa banyak jumlah Caleg yang akan mengalami stress, dr Fidi mengaku tidak bisa diprediksi. Namun, sektor kesehatan tetap siaga untuk melayani masalah-masalah yang berhubungan dengan kejiwaan pasca Pemilu serentak ini. Semua rumah sakit sudah diberikan arahan untuk betul-betul menyiapkan, bahkan mencoba untuk melakukan pengumpulan data berkaitan dengan gangguan jiwa. "Ini situasi yang saya katakan pada dasaranya rumah sakit, seperti Rumah Sakit Jiwa, siap dengan kejadian yang tidak biasa ini. Tapi, langsung melakukan sebuah penyesuaian, misalnya rumah sakit umum, Puskesmas, semuanya diberdayakan," tutup dr Fidi. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

RS Adam Malik Raih 4 Penghargaan dari Kemenkes RI untuk Kinerja 2024

Kesehatan

Kunjungan Bupati Nias Utara ke Kemenkes RI

Kesehatan

Puan Apresiasi Presiden Larang Menteri Bicara Penundaan Pemilu

Kesehatan

Total Kasus Omicron Bertambah Jadi 572 Orang, Kemenkes Perkuat Pelaksanaan 3T

Kesehatan

Total 31 Kabupaten/Kota di Sumut Boleh Vaksinasi Booster

Kesehatan

Varian Covid-19 Omicron Ditemukan Masuk Indonesia, Dinkes Sumut Minta Perkuat 3T