Jaga Kesehatan Sajian Makanan, BPOM Medan Gelar Pembinaan Fasilitator Desa dan Usaha Kecil di Tobasa

- Jumat, 08 Maret 2019 23:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032019/8366_Jaga-Kesehatan-Sajian-Makanan--BPOM-Medan-Gelar-Pembinaan-Fasilitator-Desa-dan-Usaha-Kecil-di-Tobasa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Medan menggelar pembinaan fasilitator desa dan usaha kecil di Wilayah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) untuk menjaga kesehatan sajian makanan.

 

Kepala Bidang Penindakan BPOM, Fajar Sidik mengatakan, tujuan diselenggarakan pembinaan adalah bagaimana seluruh lapisan masyarakat melalui perpanjangan para fasilitator dan pengusaha, sehingga dapat menghasilkan pangan yang layak dan bermutu, aman dikonsumsi dan sesuai dengan tuntutan konsumen baik konsumen domestik maupun internasional. 

 

“Kita ketahui, saat ini Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata bertaraf internasional. Bagaimana turis tidak kecewa untuk mendapatkan makanan tentu harus didukung dengan sajian makanan yang sehat atau higienis,” ujar Fajar Sidik.

 

Dia mengatakan, perlunya cara produksi pengolahan pangan yang baik adalah suatu pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi pangan agar aman bermutu dan layak untuk dikonsumsi. Antara lain dengan mencegah tercemarnya pangan olahan oleh cemaran biologis, kimia dan benda lain juga mematikan atau mencegah hidupnya jasad renik pantogen serta mengendalikan proses produksi. “Banyak kategori produk pangan industri rumah tangga makanan dan minuman yang harus menjadi perhatian dan diizinkan memperoleh sertifikat SPP-IRT,” katanya. 

 

Disampaikan Kepala Bidang Penindakan BPOM, jenis hasil produksi masyarakat Tobasa yang sudah dalam penelitian dan akan mendapatkan sertifikat diantaranya kopi wine, teh nuringga, sasagun, produk batikta dan andaliman.

 

Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Ultri Simangunsong mengapresiasi kegiatan yang dibuat oleh BPOM. Karena, dengan adanya pelatihan, masyarakat dan pelaku UMKM mengetahui dan saling berlomba meningkatkan mutu hasil produksi sehingga memiliki daya saing dengan produksi lainnya. “Harapan pemerintah seluruh fasilitator mampu menggerakan gerakan higienis terhadap hasil produksi olahan baik usaha kecil maupun usaha rumah tangga. Atas dasar itu hasil produksi kita memiliki kualitas dan layak dipasarkan kepada siapapun,” imbaunya.(BS09)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Zulhas Tunggu Prabowo Bagi-bagi Tugas soal Makan Bergizi Gratis

Kesehatan

Menteri Imipas Ingin Bahan Makanan Rutan Dikelola Pengusaha Lokal

Kesehatan

Daftar 91 Merek Kosmetik Berbahaya yang Ditarik BPOM

Kesehatan

Cegah Stunting, Pemko Binjai bersama Asuransi MAG Gelar Pemberian Makanan Tambahan

Kesehatan

Momen Prabowo Tinjau Dapur Makan Bergizi Gratis di Rawamangun

Kesehatan

Pemko Binjai Gelar Sosialisasi dan Publikasi Makanan Bergizi Gratis