Dr Siti Nadia Tarmizi M Epid: Jangan Salah Berantas Sarang Nyamuk

- Selasa, 05 Februari 2019 13:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022019/9044_Dr-Siti-Nadia-Tarmizi-M-Epid--Jangan-Salah-Berantas-Sarang-Nyamuk.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah, selain menghindari gigitan nyamuk, yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah memberantas sarang nyamuk. Karena itu masyarakat harus mengetahui dimana saja jenis sarang nyamuk agar tidak salah sasaran.

 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik dr Siti Nadia Tarmizi M Epid mengingatkan masyarakat perlu mengetahui di mana saja tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, karena setiap tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk bila terdapat genangan air.Ada banyak sarang nyamuk yang harus dikenali terutama di rumah kita. Masyarakat harus mengetahuinya agar tidak salah sasaran dalam memberantas sarang nyamuk," ujar Dr Siti seperti dilansir dari laman depkes, Selasa (05/02/2019).

 

Tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, lanjut Dr Siti, untuk di rumah adalah bak kamar mandi dan toilet, tempat penampungan air, air jebakan semut (kaki meja), air pembuangan kulkas, tempat minum burung yang jarang diganti, pot bunga, dispenser air minum (wadah limpahan airnya), barang bekas di sekitar rumah (ban, kaleng, batok kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu, dan semua tempat yg bisa nenampung air).

 

Dr Siti menambahkan tempat-tempat tersebut sangat berpotensi menjadi sarang nyamuk. Masyarakat diimbau jangan sampai membiarkan air tergenang di tempat-tempat itu. Kalau bak mandi harus lebih sering dikuras agar tidak ada jentik nyamuk. Ada jentik berarti kita terancam demam berdarah," jelasnya.

 

Menurutnya, 1 jentik betina, dalam 12-14 hari akan berubah jadi nyamuk dewasa. 1 nyamuk betina dewasa sekali bertelur menghasilkan 100-150 butir telur.Dalam sebulan nyamuk bisa bertelur kurang lebih 4 kali. Jadi dalam sebulan nyamuk bisa bertelur antara 400 sampai 600 telur."Jangan salah sasaran dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bukan memotong pohon, bersih-bersih rumput, menata bunga, dan lain-lain, karena jentik tidak bersarang di rerumputan," paparnya.

 

Selain itu, perlu diketahui juga jam aktivitas nyamuk Aedes Agypti dan Aedes Albopictus, yakni pagi pukul 09.00-10.00 dan sore pukul 15.00 16.00.Dr Siti juga mengimbau kepada masyarakat agar sering melakukan kegiatan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan perkampungan atau pedesaan. "Pakai selalu lotion anti nyamuk terutama anak-anak saat pagi sebelum berangkat sekolah, saat bermain, dan sore hari," pungkasnya.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Jumlah Kasus DBD di Sumut Mencapai 8.963 Orang

Kesehatan

Wabah KLB Malaria dan DBD di Nisel Diperpanjang hingga Akhirnya Desember

Kesehatan

Jumlah Kasus DBD di Sumut Meningkat Menjadi 5.853

Kesehatan

Delapan Orang Meninggal, Nias Selatan Darurat Wabah DBD dan Malaria

Kesehatan

Dinas Kesehatan: Penyebaran Nyamuk Wolbachia Belum Dilakukan

Kesehatan

Hingga Agustus, Kasus DBD di Medan Mencapai 1.357 Orang