Beritasumum.com-Balitbang Kota Medan menggelar seminar akhir survei prevalensi perokok di Kota Medan di Hotel Grand Antares, Jalan SM Raja, Medan, Kamis (15/11/2018) kemarin. Seminar yang diikuti oleh para kepala Puskesmas dan perwakilan OPD terkait ini dibuka oleh Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Sekretaris Balitbang, Dra Siti Mahrani Hasibuan. Dalam sambutan Wali Kota Medan yang dibacakan Siti Mahrani menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi perokok aktif yang tinggi, menempati posisi ke 5 di dunia dalam hal jumlah perokok terbanyak. Prevalensi perokok meningkat selama kurun waktu tahun 1995 - 2013 pada pria dan wanita di semua kelompok umur. Dampaknya, berbagai penyakitpun timbul karena disebabkan kebiasaan merokok. Penyakit tersebut diantaranya paru-paru, saluran pernapasan kronik, kardiovaskuler, ginjal, kanker mulut, kanker tenggorokan, lambung, kandung kemih, mulut rahim, dan sumsum tulang. Bahkan yang lebih parahnya lagi, asap rokok bisa menyebabkan kematian mendadak pada bayi. "Kita tahu masalah rokok tidak hanya merugikan perokok aktif saja melainkan perokok pasif juga, mereka pada umumnya merokok di dalam rumah berdekatan dengan keluarga, selain itu mereka juga merokok di dalam ruangan kantor, padahal sudah ada Perda yang mengatur kawasan bebas rokok," kata Siti Mahrani. Meskipun sudah ada Perda tersebut, lanjut Siti, namun hingga saat ini belum ada data tentang prevalensi perokok berdasarkan sosiodemografi yang mencakup umur, status sosial ekonomi, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, belanja rokok dan kepemilikan JKN. "Untuk itulah perlu dilakukan kajian survei prevalensi di Kota Medan," sebut Siti. Sebelumnya, Kabid Sosial dan Kependudukan Balitbang Kota Medan, Bahrian Effendi SSos MSi berharap dengan adanya survei prevalensi perokok di Kota Medan ini dapat dijadikan refrensi untuk menciptakan pengembangan program intervensi untuk mengetahui permasalahan merokok di Kota Medan.(BS09)