Beritasumut.com-Tim surveior komisi akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan peninjauan Puskesmas di Pematangsiantar, awal pekan kemarin. Di Puskesmas Singosari Pematangsiantar, Jalan Singosari, Kelurahan Bantan, tim yang berjumlah 6 orang terbagi dua, yakni dr Hj Mariatul Fadilah, Mars selaku Ketua, dr Cut Mane dan Syawaludin SKM disambung langsung oleh Wakil Walikota Togar Sitorus SE MM. Sedangkan di Puskesmas Martimbang tim kedua yang turun adalah dr H Juhri Karim, MHSM DTM&H CHT (Ketua Tim), Kristi Endrawaty serta Kristi Endrawati, SKM MSi. Wakil Walikota mengucapkan selamat datang kepada tim Kemenkes RI, dan kepada para kepala Puskesmas serta jajarannya agar dapat memberikan hal-hal yang di survey tim dengan sebaik-baiknya."Dengan datangannya tim surveyor akreditasi, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan di Puskesmas," ujarnya dilansir dari laman pematangsiantarkota.go.id, Minggu (19/08/2018). Sementara itu, Kadis Kesehatan dr Ronald H Saragih MKes melaporkan, jumlah Puskesmas di Kota Pematangsiantar sebanyak 19 Puskesmas yang tersebar di 8 Kecamatan, berdasarkan kategorinya kesemua Puskesmas termasuk kategori Perkotaan, sedang berdasarkan kemampuan penyelenggaraan termasuk Puskesmas non rawat inap. "Rangkai survei tim akreditasi pertama dilakukan pada tahun 2016, di mana Puskesmas Kartini dan Puskesmas Karo telah memperoleh hasil akreditasi dasar, selanjutnya survei ke 2 pada tahun 2017, 5 Puskesmas di mana 1 Puskesmas yakni Puskesmas Parsoburan meraih akreditasi madya dan 4 Puskesmas lainya yakni Puskesmas Raya, Martoba, Kesatria dan Kahean meraih Akreditasi Dasar," sebutnya. Tahun 2018 ini sedang berlangsung survei di 7 Puskesmas yakni Rami, Tomuan, Martimbang, Singosari, Simarimbun, Bahbiak dan Bahkapul. "Proses akreditasi ini akan sangat memberi dampak positif bagi masyarakat, dimana FKTP sebagai Faskes melaksanakan setiap kegiatan pelayanan baik didalam dan di luar gedung sesuai dengan SOP, sehingga semakin meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat," pungkas dr Ronald.(BS09)