Jam 9 Pagi Belum Datang, Dokter di RSUD dr Pirngadi Medan Akan Kena Sanksi

- Senin, 02 April 2018 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042018/2678_Jam-9-Pagi-Belum-Datang--Dokter-di-RSUD-dr-Pirngadi-Medan-Akan-Kena-Sanksi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS09
Beritasumut.com-Guna memberi pelayanan yang baik, Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan bersama 144 dokternya membuat perjanjian (agrement).Dalam perjanjian tersebut, dikatakan jika semua dokter wajib masuk pukul 09.00 WIB pagi dan pulang paling cepat pukul 13.00 WIB. Pulang pukul 13.00 WIB dengan catatan sampai siap pelayanan pasien dirawat jalan.

 

"Wajib ada pada jam 9 karena adanya pendaftaran di tempat pendaftaran pasien. Tapi dokter harus datang lebih cepat karena ada visite ke ruangan. Juga wajib visite atau mengunjungi pasien setiap hari termasuk hari libur atau on call," ungkap Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan SpPD kepada wartawan, Senin (02/04/2018).

 

Suryadi menyebutkan, ke-144 dokter tersebut, adalah dokter dengan status PNS dan swasta, dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis.Menurutnya, untuk peningkatan pelayanan itu ke depannya hal yang penting adalah menjalin komunikasi yang baik dan adanya keterbukaan."Manajemen yang baik harus memperbaiki sistemnya untuk kebaikan bersama khususnya kepada masyarakat karena itu berkorelasi langsung dengan pelayanan," ungkap Suryadi.

 

Dengan adanya perjanjian itu, sambungnya, maka akan ada sanksi bagi para dokter yang tidak mematuhinya. Dimulai dari teguran lisan setelah adanya masukan dari komite medik."Kita buat agrement. Ada teguran lisan dan ke depan harus ada perubahan. Kalau tidak bisa dibimbing, kita keluarkan. Kesejahteraannya kita perhatikan. Apalagi rumah sakit Pirngadi ikonnya Medan dan ikonnya Sumut," tegasnya.

 

Suryadi menjelaskan, sejak diterapkannya perjanjian tersebut pada Januari lalu, sudah banyak dokter yang ditegur."Saat ini kita sudah ada dokter spesialis baru yang masuk seperti dari Obgyn dan spesialis lainnya," terangnya.

 

Sedangkan dalam menghadapi pasien, menurut Suryadi, harus dihadapi dengan sabar dalam menghadapi perilaku pasien dan keluarganya."Memang pasti ada kekecewaan atau keluhan pasien apalagi ribuan jumlahnya.Kalau ada sesuatu kita diskusikan. Dan kita meminimalisasi adanya keluhan. Ada 1806 pegawai, 600-nya honor dan sudah dilakukan evaluasi. Juga penempatan orang yang layak. Meningkatkan kualitas SDM dan terus melakukan perbaikan sarana," pungkasnya.(BS09) 

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

RSJ Prof Ildrem Siap Bertransformasi Menuju Rumah Sakit Jiwa yang Ramah dan Inklusif

Kesehatan

Rumah Sakit Adam Malik Lakukan Penyesuaian Jadwal Pelayanan Selama Ramadan

Kesehatan

Pemko Medan Sambut Baik Barlangsungnya Hospital Leader Roundtable

Kesehatan

47 RS Provider BPJS di Medan Didorong Segera Siapkan Fasilitas Rawat Inap untuk Penerapan KRIS

Kesehatan

Dokter di Rumah Sakit Pirngadi Medan Keluhkan Ketersediaan Obat

Kesehatan

Sekdaprov Sebut Aksesibilitas Pelayanan Rumah Sakit Sumut Membaik