Kondisi Balita Penderita Kanker Mata di RSUP Adam Malik, Semakin Lemah

- Rabu, 28 Maret 2018 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032018/8368_Kondisi-Balita-Penderita-Kanker-Mata-di-RSUP-Adam-Malik--Semakin-Lemah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Gumaran Syahputra Marbun, balita berusia 2 tahun 6 bulan asal Simalungun yang menderita kanker mata (retinoblastoma) hingga kini masih harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan. Sebab, Kassubag Humas RSUP Haji Adam Malik, Masahadat Ginting mengatakan, kondisinya masih sangat lemah yakni dengan HB 7,7 g/dL. "Pasien kini masih diinfus dan ditangani oleh dokter spesialis hematology anak," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (28/03/2018).

 

Karenanya, lanjut Masahadat, tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik yang menangani warga Jalan Saribudolok, Sawahtiga, Kecamatan Panambean, Simalungun ini rencananya juga harus melakukan Brain Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengetahui sejauh mana penyebaran kanker di matanya. Setelah mengetahui hasilnya, baru tim dokter dapat melakukan tindakan selanjutnya. "Saat ini kita tidak bisa menjelaskan lebih jauh tindakan apa yang akan dilakukan oleh tim dokter terhadap pasien," ujarnya.

 

Akan tetapi, Masahadat menuturkan kanker yang diderita Gumaran sudah merusak kedua matanya. Namun pihaknya belum bisa menjelaskan lebih detail sejauh mana kerusakan mata pasien. "Kita belum mendapatkan penjelasan dari tim dokter secara detail soal kerusakan matanya, apakah sudah tidak bisa melihat atau bagaimana ya," tandasnya.

 

Sebelumnya, Tiarma Mariana br Gultom (43) mengatakan, jika kanker mata yang di derita anaknya itu telah menjangkit sejak usia satu tahun. Awalnya, penyakit ini diketahui setelah Gumaran dibawa ke RS Mata, Siantar, pada tahun 2016. "Mata anak saya ini berubah mirip seperti mata kucing. Setelah itu bola matanya semakin membesar lebih dari seukuran bola kasti dan keluar dari kelopak mata," ujarnya.

 

Selanjutnya, terang Tiarma, Gumaran pun harus di rujuk ke RSUP Haji Adam Malik. Meski, awalnya rujukan tersebut sempat terkendala, karena ia harus mengurus kartu BPJS Kesehatan untuk perobatan anaknya terlebih dahulu. Untuk itu, Tiarma sangat berharap, adanya uluran tangan dari dermawan untuk memberikan bantuan kepada anaknya. Sebab, dia kini telah ditinggal pergi oleh suaminya tanpa ada kabar berita, sehingga harus mengurus anaknya seorang diri. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

PN Medan Periksa Bukti Tambahan Gugatan Buruh PT Tor Ganda

Kesehatan

Tor Ganda Mangkir, Sidang Perdana Gugatan Pembatalan Perdamaian 34 Eks Pekerja Ditunda

Kesehatan

KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan

Kesehatan

KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan

Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan: Keluarga Personel Satpol PP Medan Dapat Santunan

Kesehatan

Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan