Beritasumut.com-Calon Pengantin (Catin) merupakan salah satu tahap preventif dan promotif di sepanjang siklus kehidupan, seperti upaya perbaikan gizi, penyiapan kesehatan keluarga serta pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu Tinur Bulan SKM MKes pada acara Pembukaan Pertemuan Sosialisasi Konseling Reproduksi pada Calon Pengantin dan Skrining Hypotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir di Hotel Permata Land Rantauprapat yang dihadiri Kakankemenag Labuhanbatu Drs H Safiruddin Harahap dan nara sumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Cut Diana Mutia SKM, akhir pekan kemarin. Tinur menjelaskan, permasalahan terkait isu-isu kesehatan reproduksi semakin meningkat. Rendahnya pemenuhan hak-hak reproduksi tercermin dari masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), di mana indonesia masih tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara Asean lainnya. Menurut Kepala Dinas Kesehatan ini, Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan AKI dan AKB melalui pendekatan siklus kehidupan, intervensi tidak hanya dilaksanakan pada ibu hamil saja, namun harus dimulai sejak saat sebelum hamil yaitu pada Catin melalui pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan Konseling Kesehatan Reproduksi serta Skrining Kesehatan bagi Catin oleh Tenaga Kesehatan. "Agar kiranya para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh rasa disiplin dan tanggung jawab dan kepada narasumber diucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan ini, semoga kegiatan ini memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya," ujar Tinur dilansir dari laman labuhanbatukab.go.id, Minggu (25/03/2018). Dalam acara ini juga dilaksanakan penandatanganan (MoU) antara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Safiruddin dengan Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu Tinur tentang Konseling Reproduksi pada Catin.(BS02)