Lama Tak Dilakukan di Sumut, Rumah Sakit Mata Mencirim 77 Akan Lakukan Transplantasi Kornea Mata

- Selasa, 13 Maret 2018 20:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032018/7389_Lama-Tak-Dilakukan-di-Sumut--Rumah-Sakit-Mata-Mencirim-77-Akan-Lakukan-Transplantasi-Kornea-Mata.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS09
Beritasumut.com-Rumah Sakit Mata Mencirim 77 (RS 77) dalam waktu ini berencana akan melakukan transplantasi kornea mata. Di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sendiri, selama belasan tahun tidak pernah dilakukan operasi yang dilakukan dengan cara mencangkok kornea mata tersebut.

 

"Dalam 10-15 tahun terakhir, di Medan belum pernah lagi melakukannya. Tapi memang jauh sebelum itu sepertinya sudah pernah dilakukan. Jadi cangkok mata ini sudah mati suri," ungkap dr Alie Solahuddin SpM (K) selaku supervisi atau pendamping dalam operasi tersebut kepada wartawan, Selasa (13/03/2018).

 

Direncanakan operasi itu akan dilakukan pada Sabtu (24/03/2018) mendatang oleh dr Emir El Newi SpM. "Seharusnya operasi telah dilakukan pada Senin (12/03/2018), tetapi karena pasien dalam keadaan demam, operasinya terpaksa harus di tunda.Rencananya ada dua orang pasien yang melakukan operasi, satu dewasa dan satu anak-anak. Tapi yang sudah pasti, baru satu yakni pasien asal Tanjung Pura berusia 1,5 tahun," ujar dr Alie.

 

dr Alie menjelaskan, di Medan sebetulnya banyak pasien yang membutuhkan cangkok kornea. Hanya saja persoalannya, kata dia, pendonor sangat sulit di dapatkan di Indonesia.Untuk pendonor sendiri, kata Alie, di dapatkan dari Amerika Serikat. Sebab, Undang Undang di negara tersebut memperbolehkan untuk mengambil bola matanya apabila sudah meninggal tanpa harus memberitahukan kepada keluarga.

 

"Maksimal 6 jam setelah meninggal boleh diambil. Tapi untuk mendapatkan bola mata itu biayanya bisa mencapai Rp 15 juta hingga Rp 25 juta, tergantung dari masa expirednya," terang dr Alie.

 

Lebih jauh dr Alie mengatakan, untuk kesembuhan, pada orang dewasa persentase keberhasilannya bisa mencapai 80-90%. Sementara pada anak-anak berkisar antara 60-70%, karena pada anak-anak perawatan pasca operasi harus betul-betul bisa dilakukan dengan baik."Anak-anak kan lebih lasak. Sehingga harus betul-betul dirawat dengan baik, jangan sampai matanya terkucek," katanya.

 

Selain itu, Alie menambahkan, pentingnya dilakukan cangkok kornea ini karena dalam tubuh manusia kornea merupakan organ yang tidak memiliki pembuluh darah dan salah satu organ yang paling bening. Karenanya bila mengalami kekeruhan, maka sinar atau bayangan tidak bisa masuk ke saraf mata,sehingga jalan keluarnya harus diganti, dengan cara cangkok kornea.

 

"Tapi selama ini cangkok kornea sudah mati suri. Harapannya dengan ini dapat merangsang dokter, dan juga supaya orang mau lagi melakukannya," pungkasnya.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Kesehatan

Siap-siap! Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta

Kesehatan

Pelepasan GoMudik, Menko AHY Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan

Kesehatan

Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya

Kesehatan

Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus

Kesehatan

Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur