Pasutri Usia 35 Tahun ke Atas Perlu Pertimbangkan Ini

Herman - Minggu, 11 Maret 2018 23:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032018/9240_Pasutri-Usia-35-Tahun-ke-Atas-Perlu-Pertimbangka-Ini.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Kehamilan memang menjadi dambaan setiap pasangan suami istri (pasutri). Namun meski usia pernikahan sudah menginjak waktu yang cukup lama, selalu saja ada pasutri yang juga belum dikaruniai anak.

 

Dokter spesialis spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Dr dr Binarwan Halim MKed (OG) SpOG (K) FICS (OBGYN) mengatakan, usia memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ketidaksuburan. Apalagi, jika usia sudah menginjak diatas 35 tahun, maka kehamilan itu akan semakin sulit terjadi.

 

"Faktor usia mempengaruhi. Jadi kalau sudah berobat kemana-mana melalui berbagai cara tapi belum juga punya anak. Apalagi usia sudah di atas 35 tahun, maka sebaiknya berpikir untuk melakukan bayi tabung," katanya kepada wartawan, Minggu (11/03/2018).

 

Sebab Binarwan mengatakan, semakin tua usia, maka sel telur pada wanita akan semakin berkurang. Bahkan, bila usia sudah menginjak diatas 40 tahun, tingkat keberhasilan bayi tabung juga semakin kecil, yakni hanya 20 hingga 30 persen. "Tapi banyak yang belum aware (perduli) soal ketidaksuburan ini. Ada juga yang masih menabung untuk bisa ikut bayi tabung," jelasnya.

 

Saat ini, Binarwan menyebutkan, RSIA Stella Maris dan Halim Fertility Center (HFC) mempunyai teknologi terbaru, yakni timelapse. Alat tersebut berfungsi memantau aktivitas embrio selama 24 jam, sehingga pemilihan benih menjadi lebih baik.

 

"Embrio disimpan dalam inkubator selama lima hari tanpa terpapar lingkungan luar. Namun harga untuk bayi tabung sendiri dibanderol Rp 37 jutaan dan untuk inseminasi Rp 8-10 juta," tuturnya. 

 

Sementara itu, tim dokter dari HFC, dr Mulda Febrida Situmorang SpOG menyampaikan, kualitas sperma laki-laki berpotensi mengalami ketidaksuburan sebesar 35 persen. Sedangkan sperma yang berkualitas itu dinilai mulai dari jumlah, kecepatan serta bentuknya.

 

Jika jumlah sperma di atas 40 juta dan bergerak bagus, sebut dia, maka hanya perlu dibantu obat-obatan. Sedangkan bila di bawah 40 juta maka harus beralih ke inseminasi, lalu bila di bawah lima juta maka perlu menjalani bayi tabung.

 

"Ketahui masalah ketidaksuburan dan datangi dokter langsung, paling lama satu tahun setelah menikah, jangan terlalu lama. Sebab, semakin muda usia suami istri, maka tingkat keberhasilan kehamilan juga akan semakin tinggi," pungkasnya.(BS04)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Hamilton Akhirnya Jajal Ferrari untuk Kali Pertama

Kesehatan

Wamen Isyana Jelaskan Alasan Ibu Hamil Juga Dapat Makan Bergizi Gratis

Kesehatan

Pentingnya Air Minum Murni untuk Anak-Anak dan Ibu Hamil, Jaga Kesehatan dan Nutrisi Optimal

Kesehatan

Presiden Jokowi Keluarkan Inpres Peningkatan Akses Kesehatan Bagi Ibu Hamil melalui Jampersal

Kesehatan

Percepat Penurunan Stunting, Menkominfo Siapkan Dukungan Komunikasi dan Akses Internet

Kesehatan

Satgas Kodim Yonif Raider 613/Rja Evakuasi Ibu Melahirkan di Kampung Pagaleme Papua