Warga di Medan Masih Banyak yang Abaikan Dampak Polusi Udara

- Rabu, 07 Februari 2018 00:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022018/7763_Warga-di-Medan-Masih-Banyak-yang-Abaikan-Dampak-Polusi-Udara.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Ketua Jaringan Kesehatan (JKM) Sumatera Utara (Sumut) dr Delyuzar SpPA mengatakan, persoalan polusi udara sangat berpengaruh besar pada kesehatan tubuh manusia. Namun sayangnya, kesadaran masyarakat di Kota Medan untuk menggunakan masker sebagai antisipasi dinilai masih sangat rendah.

 

"Masyarakat belum menyadari dengan baik. Kita saja masih kurang perduli dengan sekitar, seperti kebiasaan merokok di sembarang tempat" ungkapnya kepada wartawan, Selasa (06/02/2018).

 

Delyuzar menjelaskan, khususnya di Kota Medan, polusi udara dapat berlangsung dengan sangat tinggi."Pada waktu tertentu, polusi udara memang sangat tinggi terutama disaat suasana sibuk karena asap bermotor yang menimbulkan karbon. Mungkin disaat itulah sebetulnya kita membutuhkan masker," jelasnya.

 

Akibat polusi udara, jelas Delyuzar, jika lama-lama terpapar akan berpengaruh pada saluran pernafasan akibat radikal bebas yang disebabkan oleh polusi. Selanjutnya, hal itu dapat menimbulkan reaksi seluler terhadap zat-zat, sehingga bisa terjadi gangguan pada paru-paru karena debu silikon yang beterbangan."Malah, akibat polusi udara juga bisa mendorong terjadinya kelainan degeneratif (jaringan atau organ tubuh)," terangnya.

 

Untuk itu, menurut Delyuzar, perlunya membangun kesadaran dengan mengurangi dampak polusi udara sedini mungkin. Yakni dengan cara lebih mencintai bumi, kurangi polusi asap kendaraan bermotor dan industri, serta hindari pembakaran sampah yang tidak perlu.

 

Pada penggunaan masker, lanjut Delyuzar, hal itu pun sebetulnya tidak bisa memastikan terbebas dari polusi udara. Akan tetapi dengan masker, dampak dari polusi udara yang terhirup dapat lebih dikurangi."Dengan masker polusi udara itu tidak akan maksimal diterima. Karenanya lebih baik menggunakan masker yang direkomendasikan medis, ketimbang menggunakan kain," tegasnya.

 

Polusi udara saat ini memang telah menjadi salah satu ancaman kesehatan di banyak negara. Bahkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 6,5 juta kematian setiap tahunnya, terjadi terkait dengan polusi udara.Selain itu, 9 dari 10 orang di seluruh dunia tinggal di kota yang udaranya tidak bersih. Pada semester satu tahun 2016 lalu, level polusi di kota-kota besar Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 4,5 kali lipat lebih buruk dari standar yang ditetapkan oleh WHO.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Bakamla RI Tangkap Kapal Kayu Bermuatan Rokok Ilegal 200 Ball di Perairan Tembilahan

Kesehatan

Kelompok Usaha Ikan Sale Tradisional Akui Manfaat Inovasi Alat Smart Strongbox Smoked dan Pemasaran Digital di Desa Bintang Meriah

Kesehatan

Pembakar Ruko di Percut Sei Tuan Ternyata Maling Rokok

Kesehatan

Razia Perbatasan, Polrestabes Medan Temukan Ribuan Rokok Ilegal di Mobil Mewah

Kesehatan

Pernah Jadi Perokok Aktif, Edy Rahmayadi Kini Dukung Perda Kawasan Tanpa Rokok

Kesehatan

Kepatuhan Perda Kawasan Tanpa Rokok di Bawah 50 Persen