Virus Kawasaki Menyerang Bayi, Ini Tandanya

- Jumat, 02 Februari 2018 19:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022018/1193_Virus-Kawasaki-Menyerang-Bayi--Ini-Tandanya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Orangtua mesti lebih cermat memperhatikan kondisi kesehatan buah hatinya. Sebab, baru baru ini, salah seorang bayi berusia delapan bulan, di Surabaya diduga telah terserang oleh virus penyakit kawasaki yang gejalanya menyerupai demam berdarah.

 

Pengamat sekaligus peneliti kesehatan Sumatera Utara (Sumut) DR dr Umar Zein DTM&H mengatakan, virus kawasaki ini umumnya  sering menyerang anak dibawah usia 2 tahun. Namun, tutur dia, penyakit ini kasusnya memang tergolong sangat langka. "Hingga sekarang kasus kawasaki memang belum pernah ditemukan di Medan. Tapi tetap harus diwaspadai," ungkapnya, Jumat (02/02/2018).

 

Umar Zein menjelaskan, penyebab pasti dari penyakit kawasaki juga belum diketahui oleh kalangan medis. Namun diduga ada faktor genetik dan lingkungan, juga kemungkinan virus yang menyebabkan penyakitnya menyerang bayi. "Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan sering pada arteri jantung. Kelainannya berupa inflamasi/radang," jelasnya.

 

Umar Zein memaparkan, ada 3 fase penyakit ini ketika menjangkit bayi. Fase pertama berupa demam tinggi lebih dari 3 hari, mata merah, ruam kemerahan pada kulit, pembengkakan pada lidah, tangan dan kaki, kelenjar getah bening bengkak terutama pada leher. Selanjutnya pada fase kedua, tutur Umar Zein, kulit bayi yang terjangkit akan mengelupas terutama pada ujung-ujung tangan dan kaki, nyeri sendi, muntah dan mencret serta nyeri perut. Sedangkan pada fase ketiga, lanjut dia, bila tidak ada komplikasi keluhan bisa bertahap menghilang dalam 8-10 minggu. "Komplikasi sering pada arteri jantung dan katup jantung," ujarnya.

 

Untuk itu, Umar Zein mengimbau, agar setiap orang tua khususnya yang memiliki bayi selalu menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan ASI eksklusif pada bayi. Menurut dia, langkah ini sangat penting untuk melakukan antisipasi pada bayi agar tidak sampai terkena penyakit kawasaki tersebut. "Tetap saja kebersihan lingkungan dan pemberian ASI eksklusif pada bayi penting," pungkasnya. Sebagaimana yang diketahui, obat utama untuk penangkal virus Kawasaki ini pun tergolong super mahal. Obat tersebut bernama Immune  Globulin Injection, jenis Gamunex, yang harganya mencapai Rp 9,5 juta untuk 50 ml atau satu botolnya.

 

Sementara itu, Kassubag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Masahadat Ginting mengaku pihaknya pernah merawat dua orang pasien penderita penyakit kawasaki tersebut.

 

Dia mengatakan, masing-masing pasien itu berinisial NPS (5), jenis kelamin perempuan asal Kabupaten Serdang Bedagai yang masuk pada 22 Desember 2017 lalu. Serta AAT (3,5) jenis kelamin laki-laki asal Medan, yang masuk pada 31 Desember 2016 lalu. "Pasien NPS dirawat beberapa hari dan dipulangkan pada 29 Desember 2017. Sedangkan pasien AAT dipulangkan pada 5 Januari 2017," tandasnya. (BS07)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Hadapi Wabah HMVP, RS Haji Siapkan 7 Tempat Tidur Kamar Isolasi

Kesehatan

Dinkes Sumut: Hadapi Wabah HMPV dengan Tenang dan Tetap Waspada

Kesehatan

Wabah Campak, IDI Minta Masyarakat Tidak Panik

Kesehatan

Hindari Wabah Ganda, dr Reisa Ajak Orangtua Lindungi Anak dengan Imunisasi di Masa Pandemi

Kesehatan

Bhabinkamtibmas Polsek Beringin Bersama Pemerintah Desa Bagikan Sembako kepada Warga

Kesehatan

Menlu: Penerbangan dari dan ke Tiongkok Ditutup Sementara