Beritasumut.com-Orangtua mesti lebih cermat memperhatikan kondisi kesehatan buah hatinya. Sebab, baru baru ini, salah seorang bayi berusia delapan bulan, di Surabaya diduga telah terserang oleh virus penyakit kawasaki yang gejalanya menyerupai demam berdarah. Pengamat sekaligus peneliti kesehatan Sumatera Utara (Sumut) DR dr Umar Zein DTM&H mengatakan, virus kawasaki ini umumnya sering menyerang anak dibawah usia 2 tahun. Namun, tutur dia, penyakit ini kasusnya memang tergolong sangat langka. "Hingga sekarang kasus kawasaki memang belum pernah ditemukan di Medan. Tapi tetap harus diwaspadai," ungkapnya, Jumat (02/02/2018). Umar Zein menjelaskan, penyebab pasti dari penyakit kawasaki juga belum diketahui oleh kalangan medis. Namun diduga ada faktor genetik dan lingkungan, juga kemungkinan virus yang menyebabkan penyakitnya menyerang bayi. "Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan sering pada arteri jantung. Kelainannya berupa inflamasi/radang," jelasnya. Umar Zein memaparkan, ada 3 fase penyakit ini ketika menjangkit bayi. Fase pertama berupa demam tinggi lebih dari 3 hari, mata merah, ruam kemerahan pada kulit, pembengkakan pada lidah, tangan dan kaki, kelenjar getah bening bengkak terutama pada leher. Selanjutnya pada fase kedua, tutur Umar Zein, kulit bayi yang terjangkit akan mengelupas terutama pada ujung-ujung tangan dan kaki, nyeri sendi, muntah dan mencret serta nyeri perut. Sedangkan pada fase ketiga, lanjut dia, bila tidak ada komplikasi keluhan bisa bertahap menghilang dalam 8-10 minggu. "Komplikasi sering pada arteri jantung dan katup jantung," ujarnya. Untuk itu, Umar Zein mengimbau, agar setiap orang tua khususnya yang memiliki bayi selalu menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan ASI eksklusif pada bayi. Menurut dia, langkah ini sangat penting untuk melakukan antisipasi pada bayi agar tidak sampai terkena penyakit kawasaki tersebut. "Tetap saja kebersihan lingkungan dan pemberian ASI eksklusif pada bayi penting," pungkasnya. Sebagaimana yang diketahui, obat utama untuk penangkal virus Kawasaki ini pun tergolong super mahal. Obat tersebut bernama Immune Globulin Injection, jenis Gamunex, yang harganya mencapai Rp 9,5 juta untuk 50 ml atau satu botolnya. Sementara itu, Kassubag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Masahadat Ginting mengaku pihaknya pernah merawat dua orang pasien penderita penyakit kawasaki tersebut. Dia mengatakan, masing-masing pasien itu berinisial NPS (5), jenis kelamin perempuan asal Kabupaten Serdang Bedagai yang masuk pada 22 Desember 2017 lalu. Serta AAT (3,5) jenis kelamin laki-laki asal Medan, yang masuk pada 31 Desember 2016 lalu. "Pasien NPS dirawat beberapa hari dan dipulangkan pada 29 Desember 2017. Sedangkan pasien AAT dipulangkan pada 5 Januari 2017," tandasnya. (BS07)