Ingat...! Tidak Ada Satu Obat yang Menyembuhkan Berbagai Penyakit

- Selasa, 26 Desember 2017 23:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122017/5175_Ingat-----Tidak-Ada-Satu-Obat-yang-Menyembuhkan-Berbagai-Penyakit.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Sesjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Untung Suseno Sutarjo
Beritasumut.com-Hoax kesehatan berupa iklan atau publikasi kesehatan terkait obat dan proses pengobatan ramai beredar di segala kanal media. Iklan tersebut mengklaim satu obat dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Masyarakat harus berhati-hati dan memahami bahwa tidak ada satu obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

 

Sesjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Untung Suseno Sutarjo mengatakan jika ada iklan seperti itu, masyarakat diminta untuk tidak langsung percaya, lebih baik bersikap skeptis dan berkonsultasi kepada apoteker atau dokter di Puskesmas terdekat."Banyak iklan yang menawarkan bisa menyembuhkan penyakit, satu obat bisa menyembuhkan sepuluh penyakit. Itu hoax. Nggak mungkin ada satu obat yang bisa mengobati semuanya (penyakit)," ujar Untung dilansir dari laman depkes.go.id, Selasa (26/12/2017).

 

Untuk mengobati orang dengan pelayanan kesehatan, tambah Untung, harus didasari pada evidence based medicine. Ia menjelaskan bahwa secara sederhana, sebelum melakukan pengobatan pada manusia, terlebih dahulu obat tersebut harus diujicoba pada binatang kemudian pada manusia sampai dapat disimpulkan bahwa obat tersebut baik untuk digunakan.

 

Selain itu, perlu juga dibuktikan secara ilmiah keamanannya. Di antaranya perlu uji toksisitas akut, kronik, dan teratogenik. Obat herbal juga perlu diuji dosis, cara penggunaan, efektivitas, monitoring efek samping, dan interaksi dengan senyawa obat lain.

 

"Supaya masyarakat juga memahaminya, pelayanan kesehatan itu didasarkan pada hasil penelitian yang cukup lama yang dilaksanakan mulai dari, semisal, kalau obat dicobakan terlebih dahulu ke binatang, baru ke manusia dan setelah itu dilihat perkembangannya sampai apakah obat itu aman untuk manusia atau tidak," kata Untung.

 

Masalahnya sampai saat ini banyak media baik elekronik, online, maupun media cetak mengiklankan produk obat yang tidak dibuktikan secara ilmiah keamanannya. Untuk itu, melalui penandatanganan MoU Pengawasan Iklan dan Publikasi Bidang Kesehatan diharapkan lebih bisa menertibkan iklan yang berkaitan dengan kesehatan.

 

"Karena kita tahu banyak sekali iklan yang tidak sesuai dengan apa yang dijelasakan dalam iklan tersebut. Tapi kita ingin masyarakat terlindungi dari iklan-iklan ini dan masyarakat bisa sehat," pungkas Untung seraya menyarankan masyarakat agar membeli obat di tempat resmi yang memiliki izin dan diberikan oleh tenaga professional.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kolaborasi Bank Sumut dan Media Kunci Pembangunan Daerah yang Berkah

Kesehatan

Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis

Kesehatan

Tindak Lanjut Dumas, Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan Amankan 1 Unit Mesin Judi Tembak Ikan

Kesehatan

Terdeteksi 36 Kasus Kusta di Kota Medan, Dinkes Upayakan Kejar Eliminasi Tahun 2030

Kesehatan

Dinkes Medan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini terhadap Penyakit Tidak Menular

Kesehatan

Redam Hoax Jelang Pilkada, Polda Sumut Gelar FGD Cooling System Bersama Puluhan Wartawan