Kualitas Layanan Faskes Sudah Cukup Baik, Tapi Belum Ramah untuk Disabilitas

- Jumat, 22 Desember 2017 23:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122017/80_Kualitas-Layanan-Faskes-Sudah-Cukup-Baik--Tapi-Belum-Ramah-untuk-Disabilitas.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS07
Beritasumut.com-Sesuai laporan pemantauan pelayanan publik pada sektor kesehatan di Kota Medan oleh Lembaga Studi dan Advokasi Kebijakan (Elsaka), tercatat grafik layanan bagi pasien disabilitas menempati posisi paling rendah di antara kualitas layanan kesehatan lainnya yang tersedia.

 

Menurut Program Manajerial Elsaka Yhonatan, dalam Diskusi Pelayanan Publik Sektor Kesehatan di Medan, Fasilitas Kesehatan (Faskes) baik ditingkat primer maupun lanjutan di Kota Medan dinilai masih belum ramah terhadap penderita disabilitas."Grafiknya hanya 5,04. Sementara BPJS Kesehatan centre 7,35, penanganan akhir pasien rawat inap 7,32, kualitas layanan pasien rawat inap 7,18, layanan administrasi rawat inap 7,27, layanan administrasi rawat jalan 7,21 dan informasi tentang faskes 7,27," ujar Yhonatan, Jumat (22/12/2017).

 

Yhonatan menyebutkan, secara umum kualitas layanan kesehatan di Medan oleh informasi dari masyarakat saat ini sudah cukup baik. Begitupun dari pemantauan yang dijalani Elsaka sejak 2010, yakni di saat era JPKMS hingga terintegrasi ke BPJS, menurut dia sudah banyak terjadi perubahan di tingkat pelayanan maupun penganggaran kesehatan. Hanya saja lanjut dia, untuk disabilitas memang masih sangat memprihatinkan.

 

"Sangat rendah. Skornya untuk sarana prasarana hanya 4,5 dan pelayanan 5,5. Karena di Jakarta sendiri pemerintah pun memang tidak peka terhadap penderita disabilitas, bukan hanya disektor kesehatan saja. Tapi masalahnya di Faskes itu merupakan tempatnya orang sakit, sehingga harusnya fasilitasnya perlu disediakan," terangnya.

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Elsaka Bekmi Darusman Silalahi menambahkan, pemantauan ini dilakukan untuk mendorong pemerintah agar dapat memperhatikan kualitas kesehatan masyarakat. Meskipun harus didorong secara perlahan, sehingga tercipta prinsip pelayanan berkeadilan baik bagi pasien pengguna BPJS maupun umum."Untuk itu, pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus lebih berani memperhatikan warganya. Tentunya yang menjadi prioritas adalah puskesmas," tegasnya.

 

Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan, Maruli Tua Tarigan yang juga menjadi salah satu narasumber dalam diskusi publik itu mengku, ketika dirinya masih menjadi Ketua Komisi B diketahui banyak warga mampu yang justru mendapat Faskes gratis (Penerima Bantuan Iuran) dari pemerintah.

 

Padahal, sebut dia masyarakat tidak mampu yang tidak mendapatkan BPJS gratis itu ada sebanyak 800.000 orang, sedangkan data milik Dinkes yang mendapatkannya hanya 80.000 orang."Jadi berarti ada masyarakat yang tidak perlu malah mendapatkan BPJS gratis. Saya sangat miris melihat ini. Padahal kesehatan sangat urgen dibutuhkan masyarakat," pungkasnya.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu

Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan: Keluarga Personel Satpol PP Medan Dapat Santunan

Kesehatan

BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran

Kesehatan

Wakil Walikota Medan Tinjau Puskesmas Pembantu Balam

Kesehatan

17 Juta Peserta Nunggak Iuran BPJS Kesehatan

Kesehatan

Menkes Tegaskan Iuran BPJS Kesehatan Harus Naik, Ini Alasannya