HIV Ada Obatnya, ARV Disediakan Gratis Oleh Pemerintah

- Jumat, 08 Desember 2017 17:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122017/2231_HIV-Ada-Obatnya--ARV-Disediakan-Gratis-Oleh-Pemerintah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Beberapa tahun lalu, diagnosis positif HIV atau AIDS seringkali diibaratkan seperti bunyi lonceng kematian. Namun saat ini perkembangan dunia pengobatan, kini HIV sebenarnya ada obatnya. Seperti halnya dengan penyakit kronis/menahun lainnya, meskipun tidak dapat menghilangkan penyakit namun dengan terapi obat yang tepat dapat membantu memperpanjang harapan hidup.Dengan menjalani terapi Anti Retroviral (ARV) kita menyebutnya, orang yang terinfeksi virus HIV tetap bisa memiliki umur yang panjang, sehat dan produktif. Terapi ARV secara teratur sangat penting bagi orang dengan HIV positif, karena akan menekan jumlah virus HIV yang ada di tubuh sekaligus menjaga kekebalan tubuh (CD4 > 350).Minum obat ARV bagi mereka yang HIV positif akan mencegah penularan pada orang lain, mencegah munculnya gejala AIDS, menjaga produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup, ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. H. M. Subuh, MPPM dilansir dari laman resmi depkes.go.id, Jumat (08/12/2017).Selama ini bahkan hingga saat ini, pemerintah tetap menjamin ketersediaan pengobatan ARV. Di tahun 2017, Kemenkes menganggarkan dana lebih kurang 800 Milyar rupiah agar masyarakat, khususnya orang dengan HIV-AIDS atau para ODHA, bisa mendapatkan dan memanfaatkannya secara gratis.Pada masa lalu, tidak semua ODHA bisa memulai terapi ARV, hanya ODHA dengan persyaratan klinis tertentu (CD4<350). Namun, penelitian klinis beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi HIV sebaiknya memulai terapi ARV dini (tanpa memandang jumlah CD4) karena terbukti memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan dan ketahanan hidup pasien. Karena itu, Kemenkes menyambut baik kabar gembira tersebut dengan melakukan inovasi treat all pada tahun 2018, yakni semua ODHA di Indonesia dapat memulai terapi ARV berapapun jumlah CD4 nya.(BS07) 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Ada 9.878 Kasus HIV AIDS di Medan, 5.813 Orang Jalani Pengobatan dengan ARV

Kesehatan

Jumlah Pasien Pengidap HIV di Rumah Sakit Pirngadi Medan Meningkat

Kesehatan

Pembekalan HIV/AIDS untuk KRI Diponogoro-365

Kesehatan

Kasus HIV/AIDS di Sumut Meningkat Signifikan

Kesehatan

Sebanyak 208 Layanan Perwatan Dukungan dan Pengobatan HIV Siap Layani ARV

Kesehatan

Cegah Infeksi Menular Seksual dan HIV/AIDS, Puskesmas Padang Bulan Luncurkan Genit Manis