Curah Hujan Tinggi, Warga Diminta Waspadai Resiko Demam Berdarah

- Selasa, 28 November 2017 17:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112017/2144_Curah-Hujan-Tinggi--Warga-Diminta-Waspadai-Resiko-Demam-Berdarah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Dokter Spesialis penyakit tropik dan infeksi DR Dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI menghimbau kepada warga untuk mewaspadai perkembangan sarang nyamuk, khususnya aedes aegypti. Pasalnya, kondisi ini menurutnya dapat meningkatkan resiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

 

"Cuaca hujan apalagi diselingi panas, biasanya akan menciptakan banyak kontainer nyamuk aedes. Sehingga dapat memicu perkembangan telur nyamuk lebih cepat dan lebih mudah untuk menetas," ujar Umar Zein kepada wartawan, Selasa (28/11/2017).

 

Umar Zein menegaskan, sangat penting untuk dilakukannya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah-rumah warga. Hal itu berupa melakukan pembersihan pada kontainer yang dapat menampung air, seperti botol kemasan air mineral, tempurung hingga vas bunga."Bahkan, bak mandi perlu juga untuk dikuras," tegasnya.

 

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Usma Polita. Disebutkannya saat ini memang merupakan eranya perkembangan jentik menjadi nyamuk, meski untuk mengantisipasi DBD, ia menyatakan pihaknya belum perlu melalukan fooging.

 

"Untuk fooging hanya kalau ada kasus. Jadi bila ada kasus segera laporkan ke Dinas, pasti akan langsung kita fooging. Namun yang perlu diingatkan supaya masyarakat terus melakukan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur). Tapi 3 M ini bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan saja," jelasnya.

 

Sementara itu, diketahui seorang warga di Jalan Karya Jasa, Kecamatan Medan Johor, bernama Maya (29) terjangkit DBD. Akibatnya, ia harus dirawat di Rumah Sakit selama 3 hari. Namun, informasi diterima, belum ada foging yang dilakukan di lingkungan tempat tinggalnya.

 

Sebelumnya, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, bahwasanya seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) termasuk Kota Medan selama 2-3 hari kedepan akan dilanda hujan ringan hingga sedang. Sebab, saat ini tengah terjadi gangguan cuaca di Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia Barat Sumatera, sehingga membentuk belokan angin di Sumut yang meningkatkan pertumbuhan awan-awan konvektif.(BS07)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Jumlah Kasus DBD di Sumut Mencapai 8.963 Orang

Kesehatan

Wabah KLB Malaria dan DBD di Nisel Diperpanjang hingga Akhirnya Desember

Kesehatan

Curah Hujan Masih Tinggi, Masyarakat Sumut Diimbau Tetap Waspada

Kesehatan

Jumlah Kasus DBD di Sumut Meningkat Menjadi 5.853

Kesehatan

Delapan Orang Meninggal, Nias Selatan Darurat Wabah DBD dan Malaria

Kesehatan

Dinas Kesehatan: Penyebaran Nyamuk Wolbachia Belum Dilakukan