Penderita Baru Gangguan Jiwa di Medan Disebabkan Narkoba

- Senin, 27 November 2017 20:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112017/7317_Penderita-Baru-Gangguan-Jiwa-di-Medan-Disebabkan-Narkoba.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, tercatat hingga November 2017 terdapat sebanyak 1.157 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Medan. Penderita ODGJ baru di Medan rata-rata disebabkan narkoba, karena terbawa halusinasi dan euforia berkepanjangan.

 

"Tahun 2016 jumlah ODGJ di Medan hanya sebanyak 705 orang. Namun saat ini sudah mencapai 1.157 orang. Padahal pada bulan Oktober lalu jumlahnya masih 1.054 orang," sebut Kepala Dinkes Kota Medan, Usma Polita melalui Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) Pocut Fatimah Fitri kepada wartawan, Senin (27/11/2017).

 

Meski angka ODGJ tinggi, sambungnya, akan tetapi pihaknya belum mendapatkan laporan angka pengidapnya membunuh atau bunuh diri di Medan. "Upaya kita terus mengedukasi masyarakat bahwa ODGJ ini perlu berobat medis. Obat juga kita siapkan bagi penderita. Karena psikiater di puskesmas terbatas, jadi Dinas Kesehatan melatih perawat untuk penanganan pertama," terangnya.

 

Selain itu Fatimah menyampaikan, berdasarkan data World Health Organization (WHO) 2017, depresi menduduki peringkat keempat di dunia menjadi penyakit yang mengancam masyarakat. Diperkirakan pada 2020 menjadi peringkat kedua setelah penyakit jantung dan pada 2030 menjadi beban kedua setelah HIV/AIDS.

 

Jika tidak dikendalikan, lanjutnya, depresi bisa mengancam dan berujung bunuh diri. Untuk itu, ia mengaku pihaknya berperan menyadarkan masyarakat untuk berobat."Ini artinya ancaman global karena depresi. Bayangkan kalau banyak masyarakat pekerja depresi, ini kan mengganggu produktivitas," ungkapnya.

 

Terpisah Dr dr Elmeida Effendy MKed KJ SpKJ (K) menuturkan, jumlah ribuan ODGJ yang terdaftar di Dinkes Kota Medan itu menunjukkan sudah mulai ada peningkatan orang yang menggunakan fasilitas kesehatan jiwa. Artinya, saat ini telah tumbuh kesadaran masyarakat untuk berobat.(BS07)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Polrestabes Medan Ringkus Residivis Pengedar Narkoba

Kesehatan

Buat Beli Narkoba, Maling Gasak Perhiasan dan Laptop di Medan

Kesehatan

Empat Bandar Narkoba di Binjai Dibekuk Polisi

Kesehatan

Duo Pengedar Sabu di Pantai Labu Dicokok Polisi

Kesehatan

Sempat Hendak Kabur, Pemilik 4,48 Gram Sabu Ditangkap Polisi

Kesehatan

Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil