Beritasumut.com-Menyusul ditemukannya seorang warga di Kecamatan Medan Polonia yang menderita penyakit kaki gajah atau filariasis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mengaku, jika pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi terhadap kemungkinan penularan penyakit kaki gajah di kota ini. Selain itu, Dinkes Kota Medan juga tengah melakukan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Sumut. Khususnya dalam upaya tindak lanjut mengenai penanganan dari temuan penyakit tersebut."Kita saat ini sedang melakukan investigasi. Kenapa bisa ada warga Medan yang bisa terkena kaki gajah," ujar Kepala Dinkes Kota Medan, drg Usma Polita kepada wartawan, Jumat (24/11/2017). Usma menyampaikan, menurutnya filariasis yang diderita warga Medan Polonia tersebut memang masih harus terus diperiksa, apakah memang dari Medan atau penularannya dari daerah lain. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan survey darah tepi bagi pasien itu.Saat ini tim sedang membuat surat permohonan obat untuk filariasis. Hal itu dilakukan karena Medan tidak termasuk daerah endemis dan harus berkoordinasi dengan Dinkes Sumut. "Tindaklanjutnya kita bekerja sama dengan Dinkes Sumut untuk obat dan pemeriksaan darah. Karena kita bukan endemis jadi koordinasi ke provinsi karena mereka yang menyediakan obatnya," jelas Usma. Apakah temuan tersebut bisa dikatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB)? Usma mengaku tidak. Hal itu dikarenakan Medan bukan endemis dan hanya terdata satu pasien dalam tahun 2017 ini."Endemis tidak, KLB juga tidak karena cuma satu. Suati daerah dapat disebut sebagai endemis jika penyakitnya ditemukan tiga tahun berturut-turut dan juga ditemukan di banyak tempat," tegasnya. Sebagaimana yang diketahui, seorang warga bernama Hermadi (49) pendudukJalan Cinta Karya, Gang Landasan, No 45 Kecamatan Medan Polonia sudah tiga tahun mengidap kaki gajah. Hal itu disebabkan oleh infeksi cacing filariasis yang telah menginfeksinya melalui gigitan nyamuk. Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Sumut, untuk kaki gajah pada tahun 2012 ada terdapat 30 kasus ditemukan dan 2013 ada 13 kasus. Jumlah kasus tersebut sempat mengalami penurunan pada 2014 lalu, yakni hanya satu kasus.Sedangkan, sepanjang 2015, kasus penyakit kaki gajah ditemukan di tiga Puskesmas di Medan yaitu Puskesmas Terjun, Kampung Baru dan Amplas. Di tahun itu kasusnya meningkat menjadi sebanyak 11 kasus.(BS07)