Dukung Pemberian ASI, AIMI Sumut Lakukan Kerjasama dengan FKM UIN

- Jumat, 17 November 2017 00:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112017/7334_Dukung-Pemberian-ASI--AIMI-Sumut-Lakukan-Kerjasama-dengan-FKM-UIN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Sumut dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri (FKM UIN) Medan menggelar acara penandatanganan dokumen kerjasama untuk 

mendukung peningkatan cakupan pemberian ASI (Air Susu Ibu) di Sumatera Utara (Sumut). 

 

Kerjasama yang disepakati adalah kemitraan membangun pemahaman yang tepat mengenai menyusui, khususnya bagi kalangan akademisi untuk menjadi agen perubahan yang handal. Seperti diketahui, World Health Organization (WHO) merekomendasikan supaya bayi dapat menerima ASI eksklusif selama enam bulan. Setelahnya, bayi dapat menerima ASI dan makanan tambahan lainnya sampai usia dua tahun. 

 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumut, cakupan ASI eksklusif pada tahun 2012 merupakan yang terendah dalam kurun waktu tahun 2004-2012, yaitu hanya 20,33%. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan angka untuk proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Sumut hanya 22,9%. Dukungan terhadap ibu, baik dari tenaga profesional, keluarga, dan lingkungan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan proses menyusui.

 

Dasar regulasi PP No 33 tahun 2012 tentang pemberian ASI eksklusif pada pasal 9 dan 13 menuntut peran aktif tenaga kesehatan untuk melakukan pemberian ASI kurang dari 1 jam setelah persalinan dan memberikan edukasi serta informasi mengenai ASI eksklusif sejak pemeriksaan pertama, kehamilan, sampai dengan selesai masa pemberian ASI. Namun, faktanya tenaga kesehatan merupakan pelaku yang paling banyak merekomendasikan susu formula yang tidak sesuai dengan indikasi medis.

 

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada UIN atas kerjasama dan kemitraan ini. Harapannya, kampus menjadi mitra penyebar informasi. Kalangan mahasiswa harus dibekali dengan pemahaman yang tepat mengenai pemberian ASI, sehingga akan melahirkan tenaga kesehatan

yang handal untuk terjun di masyarakat,” ungkap Ketua AIMI Sumut, dr RA Dwi Pujiastuti MKed (Neu) SpS.

 

Meski baru berusia tiga tahun, namun FKM UIN memiliki keunikan dari segi desain integrasi keilmuannya, khususnya ilmu syariah dan kesehatan. “ASI adalah hak anak yang wajib dipenuhi. Sejalan dengan tema HKN yaitu Keluarga Sehat, Indonesia Sehat, sehingga pemberian ASI merupakan prioritas dalam mewujudkan keluarga yang sehat,” jelas Dr Azhari Akmal Tarigan MAg.

 

Azhari menambahkan, bahwasanya UIN sangat termotivasi untuk terlibat dengan kegiatan-kegiatan sosialisasi dan advokasi untuk mendukung keberhasilan ibu menyusui.“Kegiatan kongkrit yang segera ditindaklanjuti dari kerjasama ini berupa kuliah pakar, kolaborasi penelitian, seminat, dan program berkesinambungan berupa pembekalan kepada mahasiswa,” pungkasnya. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Implementasi Permendag 24/2025 Tersendat, KADIN Dorong Impor Plastik Bekas Terkendali

Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu

Kesehatan

Pertamina Sumbagut Berikan Layanan Porter Gratis bagi Pemudik di Bandara Kualanamu

Kesehatan

Drama Kartu Merah dan Kontroversi, PSMS Tumbang 1-2 vs Bekasi City

Kesehatan

Rekor Kandang Bekasi City Dipertaruhkan, PSMS Siap Curi Poin

Kesehatan

Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025