Beritasumut.com-Founder AsiaPR Silih Agung Wasesa mengungkapkan, ada kebiasaan komunikasi yang salah dari dokter terhadap pasien. Sehingga tak mengherankan, jika pasien asal Indonesia lebih menaruh kepercayaan untuk berobat ke luar negeri daripada di negaranya sendiri.Meski sebenarnya secara teknologi, rumah sakit di Indonesia tak kalah dengan yang ada di Malaysia, Singapura atau negara lain."Yang membedakan kenapa orang-orang suka berobat keluar negeri itu karena komunikasinya. Kalau di luar negeri itu dokter membuat konsumennya (pasien) menjadi nyaman. Tapi kalau dokter di sini memang sudah mengarah kesana, tapi ada juga dokter yang malah membikin takut," ujar Pilih menanggapi sikap sebagian masyarakat Indonesia terkait perobatan di rumah sakit, Jumat (10/11/2017).Silih menegaskan, perbedaan inilah yang seharusnya dapat menjadi perhatian. Untuk itu, paradigma tenaga kesehatan yang ada harus dirubah, bahwa harus membuat pasien menjadi nyaman."Sehingga apa yang harus kita lakukan supaya masyarakat akan suka berobat di Indonesia adalah teknik itu harus dimunculkan. Kenyamanan pasien harus dinomor satukan, jadi nggak harus ditakut-takutin," jelasnya.Bentuknya tutur consultant komunikasi ini, ialah dari sikap dokter kepada pasien. Artinya, sebut dia, dokter harus menjawab secara jelas apa penyakit pasien, seperti menjelaskan kepada temannya sendiri."Jadi ngomongnya bukan hanya penyakitnya begini, lalu ambil obat saja. Itu kan nggak ada komunikasinya," terangnya.Selain itu, sambung Silih, ialah bagaimana agar rumah sakit itu juga menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi. Untuk itu, timpal dia, keidentikan rumah sakit sebagai tempat yang menyeramkan juga harus dibenahi."Memang sudah ada rumah sakit yang kantinnya bersih, dan toiletnya tidak lagi bau obat. Jadi orang datang ke rumah sakit itu perasaannya seperti datang ke mal. Hal yang kayak gitu yang membuat konsumen menjadi nyaman. Sehinga, selain pasien yakin akan sembuh serta biaya ditanggung BPJS, jadi datang berobat pun dengan perasaan senang," pungkasnya.(BS07)