Beritasumut.com-Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Medan Ari Dwi Aryani mengakui, bahwasanya saat ini pihaknya banyak menerima permintaan dari warga untuk mengganti kartu kepesertaan BPJS mereka menjadi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Disebutkannya, akibat kabar tentang pergantian ini, dalam sehari nyaris puluhan warga mendatangi kantor BPJS yang berada di Jalan Karya Medan, guna melakukan pergantian tersebut. "Banyak yang meminta kartunya diganti, bahkan pernah sampai 200 orang perhari. Tapi saat ini memang jumlahnya sudah mulai berkurang. Hal ini akibat pesan yang tersebar di aplikasi whatsapp yang menyatakan jika kartu lama BPJS Kesehatan tidak akan mendapat pelayanan di fasilitas jika tidak segera mengganti kartu. Padahal sebetulnya kartu lama BPJS Kesehatan tetap masih berlaku," tegas Ari. Menurutnya, BPJS memang akan melakukan pergantian, namun tidak akan dilakukan dengan segera mengingat jangka waktunya tidak dibatasi. Akan tetapi, timpal Ari, untuk kartu Jamkesmas (warna biru), BPJS Kesehatan memang tidak lagi memberlakukan kartu tersebut. Namun, sambung dia, hal itu bukan berarti si pemegang kartu sama sekali tidak akan dilayani ketika berobat ke fasilitas kesehatan. "Bila dia memanfaatkan layanan di fasilitas kesehatan, satu kali masih diberi layanan. Tapi selanjutnya harus melapor ke kantor untuk diganti kartunya," terangnya. Meskipun begitu, untuk kartu Jamkesmas, Ari juga menuturkan, jika BPJS Kesehatan tidak ada menetapkan batas waktu pergantian. Pergantiannya juga akan dilakukan secara bertahap. "Jadi masyarakat tak perlu panik. Kita juga sudah surati faskes, bahwasanya kartu lama masih berlaku, kecuali yang biru diganti," ucapnya. Selain itu, Ari menyebutkan, kendati banyak warga yang datang melakukan pergantian kartu ke kantor BPJS Kesehatan, pihaknya tetap melayani pergantian kartu tersebut. Sedangkan untuk instansi, BPJS akan mengganti kartu secara kolektif melalui instansinya masing-masing. "Kalau mereka sudah datang terutama yang jauh, tetap kita cetakkan juga kartunya. Tapi kita kasi tahu ke mereka supaya yang lain nggak perlu segera ganti kartu," ucapnya. "Begitupun, untuk peserta yang ingin mengganti faskes atau melakukan perubahan data, tidak perlu repot-repot datang ke kantor BPJS Kesehatan. Sebab melalui aplikasi mobile JKN peserta sudah bisa melakukannya. Data peserta kan ada di data base kami. Jadi cukup melalui mobile JKN saja," pungkasnya. (BS07)