Inilah Masalah dalam Pencegahan HIV/AIDS di Masyarakat

- Selasa, 07 November 2017 02:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112017/625_Inilah-Masalah-dalam-Pencegahan-HIV-AIDS-di-Masyarakat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Marjuki mengatakan, untuk meminimalisir penyebarannya tersebut, pemerintah sendiri telah berupaya melakukan berbagai langkah dalam pencegahannya. Namun, ia mengakui, hal itu masih terkendala, terutama mengenai permasalahan stigmatisasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).

 

"Kendala yang dihadapi dalam melakukan pencegahan adalah stigmatisasi di masyarakat. Sehingga akibatnya, kadang program tidak bisa langsung direspon," ungkapnya dalam acara Sosialisasi Pencegahan HIV-AIDS di Provinsi Sumatera Utara, Senin (06/11/2017).

 

Marjuki menerangkan, Kemensos saat ini telah mengumpulkan sejumlah calon-calon sahabat peduli ODHA. Diharapkan dengan adanya sahabat ODHA ini, bekal pengetahuan yang dimilikinya, dapat ditularkan kepada masyarakat.Pasalnya, saat ini posisi ODHA juga masih banyak yang belum diterima dalam lingkungan masyarakat. Bahkan, hal itu termasuk dari keluarganya sendiri.

 

"Terutama pada usia remaja, 15 sampai 24 tahun. Sehingga diharapkan mampu mencegah supaya tidak terkena HIV/AIDS. Karena tidak semua keluarga punya pemahaman yang sama," jelasnya.

 

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Kemensos, Sony Manalu menambahkan, dilakukannya sosialisasi pencegahan HIV/AIDS di Sumatera Utara, karena Kota Medan merupakan satu dari tiga daerah di Indonesia yang telah memiliki panti sosial ODHA, selain Ternate dan Sukabumi. Di samping juga, penderita ODHA di provinsi Sumatera Utara juga tergolong banyak."Artinya, saat ini kita boleh berbangga hati. Sebab, satu-satunya negara di dunia yang memiliki panti ODHA baru di Indonesia," terangnya.

 

Untuk sahabat ODHA, Sony mengaku, pihaknya menargetkan sebanyak 1.000 orang. Karena ia menilai, HIV/AIDS merupakan penyakit yang tidak boleh dianggap remeh."Supaya HIV/AIDS tidak tertularkan, sehingga pencegahan menjadi program kemensos. Karena itulah Sumut menjadi tempat kedua dilakukannya sosialisasi," pungkasnya. (BS07)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Sempat Hendak Kabur, Pemilik 4,48 Gram Sabu Ditangkap Polisi

Kesehatan

Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil

Kesehatan

Polrestabes Medan Ringkus IRT Pengedar Narkoba di Lembah Sunggal

Kesehatan

Dua Pria Sembunyikan Sabu 4,15 Gram dalam Kotak Rokok Diciduk

Kesehatan

Pengedar Narkoba di Patumbak Diciduk Polisi

Kesehatan

Bongkar Ruko, Mantan Napi Narkoba Masuk Penjara Lagi