322 Ribu Remaja Putri di Sumut Alami Anemia, Dinkes Sumut Luncurkan Aplikasi SMes KARISA

- Rabu, 18 Oktober 2017 21:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/8454_322-Ribu-Remaja-Putri-di-Sumut-Alami-Anemai--Dinkes-Sumut-Luncurkan-Aplikasi-SMes-KARISA-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meluncurkan program aplikasi SMes KARISA (SMS dan Kalender Remaja Putri Sadar Anemia), Rabu (18/10/2017). Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama mengatakan, program tersebut sebagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya bagi remaja putri.

 

"Diperkirakan tidak kurang 322 ribu orang remaja putri di Sumut mengalami anemia. Kelompok remaja putri risikonya paling tinggi mengalami anemia, karena pada masa itu terjadi peningkatan kebutuhan Fe. Peningkatan kebutuhan ini disebabkan pertumbuhan pesat yang sedang dialami dan terjadinya kehilanga darah akibat menstruasi," ujarnya kepada wartawan, pada peluncuran program tersebut.

 

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, kata Agustama, angka anemia remaja putri cukup tinggi yaitu 25 persen. Sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut 2016 mencatat jumlah remaja putri usia 10-19 tahun sebanyak 1.329.920 jiwa.Selain itu, Agustama menjelaskan, bahwa remaja putri memiliki kebiasaan makan tidak teratur, serta tingginya keinginan untuk berdiet yang mempengaruhi asupan zat gizi termasuk sumber Fe yang adekuat.

 

Bila remaja putri nantinya berumah tangga dan hamil namun mengalami anemia, maka bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan akan mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan tingginya angka stunting (pemendekan) pada usia di bawah 2 tahun, pre eklamsia dan eklamsia."Itu diprediksi erat hubungannya dengan tingginya kejadian anemia pada calon ibu. Karenanya, pemberian tablet diharapkan akan mengurangi angka kematian ibu dan anak," jelasnya.

 

Karenanya, sambung Agustama, dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dengan pemberian tablet tambah darah (Fe) satu tablet per minggu selama setahun atau 52 minggu."Program ini sudah dilaksanakan tahun 2015 dalam skala terbatas artinya belum semua remaja putri mendapatkan tablet tambah darah," imbuhnya.

 

Agustama juga menyampaikan, sampai saat ini pemberian tablet Fe pada remaja putri di Sumut masih sekitar 10 persen dari target 20 persen tahun ini. Karenanya, diupayakan program ini dimanfaatkan program lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 

"Remaja putri yang mendapatkan tablet tambah darah diharapkan memberikan informasi kepada teman-temannya mengenai apa itu anemia dan akibatnya. Tahun ini, program dilaksanalan di 5 kabupaten kota. Kedepan, kita harapkan semua kabupaten/kota," pungkasnya. (BS07)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Adanya Bukti Damai, Putri Saraswati Berharap Roberto Dibebaskan dari Polrestabes Medan

Kesehatan

Hasil Swiss Open 2025: Putri KW Disingkirkan Chen Yu Fei

Kesehatan

Swiss Open 2025: Lolos 8 Besar, Putri KW Waspadai Tunggal Putri China

Kesehatan

Swiss Open 2025: Putri KW dan Leo/Bagas ke 16 Besar

Kesehatan

Liga 1 Putri Ditunda ke 2027, Ketum PSSI Erick Thohir Ungkap Alasannya

Kesehatan

Upaya Menghidupkan Ekosistem Sepakbola Putri di Akar Rumput