Beritasumut.com-Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berharap agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa mendaftarkan warga sekitar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan Ari Dwi Aryani mengatakan, saat ini baru satu BUMN yang telah menggunakan CSR-nya untuk mendaftarkan warga ke JKN-KIS, yakni PT Pertamina Lubricants. "Kalau BUMN baru Pertamina. Mudah-mudahan BUMN lain bisa mengikuti jejak Pertamina ini," ungkapnya kepada wartawan disela peluncuran program loyalitas mekanik kartu BPJS Kesehatan untuk mekanik Sumbagut, Kamis (12/10/2017) malam. Untuk itu, Ari mengaku, pihaknya telah menargetkan dua atau tiga BUMN lain supaya dapat melakukan hal yang serupa. Sejauh ini, kata Ari, BPJS Kesehatan sedang melakukan langkah-langkah pendekatan kepada BUMN lainnya, agar target itu bisa terealisasi pada tahun ini. "Kami telah melakukan pendekatan kepada BUMN yang punya program CSR. Target kita tahun ini ada dua atau tiga BUMN lagi," sebutnya. Ari menjelaskan, peran yang diambil oleh BUMN dalam hal ini menjadi kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Sedangkan program JKN-KIS merupakan program gotong royong, yang apabila disinergikan dengan program CSR, maka menjadi sarana yang tepat, untuk peningkatan kesehatan. "Artinya orang yang mampu, membantu yang kurang mampu. Karena iuranya yang sehat akan membantu yang sakit. Jadi penduduk di sekitarnya yang berkontribusi pada badan usaha agar diberikan perhatian untuk didaftarkan. Jadi satu langkah yang baik, karena dari negara akan kembali pada negara," jelasnya. Sementara itu, Sales Region Manager I Medan, Nugroho Setyo Utomo menambahkan program asuransi mekanik BPJS Kesehatan diberikan kepada 100 orang mekanik beserta keluarga mereka selama periode satu tahun ke depan."Mekanik ini merupakan mekanik yang bekerja di bengkel owned-channel Pertamina beserta bengkel umum serta anggota keluarganya yang terdaftar dalam kartu keluarga. Beberapa kali kita survei, mekanik ada yang tercover dan ada yang belum," pungkasnya.(BS07)