5 Jenis Penyakit Ini Ternyata Berawal dari Tumpukan Sampah

- Jumat, 13 Oktober 2017 06:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/5074_5-Jenis-Penyakit-Ini-Ternyata-Berawal-dari-Tumpukan-Sampah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Masih kerap jadi pemandangan yang umum di kota Medan terkait penumpukan sampah, padahal hal itu dapat menyebabkan sejumlah penyakit yang bisa mengancam kesehatan masyarakat. Kepala Puskesmas Pancur Batu, dr Hj Tetty Rossanti br Keliat menuturkan, ada lima potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan tumpukan sampah tersebut. Yakni, penyakit diare, kolera, tifus, jamur kulit serta demam berdarah.

 

"Penumpukan sampah atau lokasi sampah yang tidak memadai merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme. Selain itu, juga dapat menarik berbagai hewan yang dapat menimbulkan penyakit, seperti lalat," ungkapnya kepada wartawan di Medan, Kamis (12/10/2017).

 

Yetty menjelaskan, penyakit diare, kolera, dan tifus, menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah. Sedangkan penyakit jamur dan demam berdarah, ujarnya, memang meningkat dengan cepat pada daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. "Selain itu, sampah juga berdampak buruk terhadap lingkungan. Sampah yang menumpuk dan tidak segera terangkut merupakan sumber bau tidak sedap, sehingga memberikan efek buruk bagi daerah sensitif sekitarnya, seperti pemukiman, perbelanjaan, rekreasi, dan lain-lain.

 

"Sarana pengangkutan yang tidak tertutup dengan baik juga sangat berpotensi menimbulkan masalah bau di sepanjang jalur yang dilalui. Terutama akibat bercecerannya air lindi dari bak kendaraan," jelasnya.

 

Tetty menerangkan, sampah juga berkontribusi pada pencemaran air. Prasarana dan sarana pengumpulan yang terbuka sangat potensial menghasilkan lindi terutama pada saat turun hujan. "Aliran lindi ke saluran atau tanah sekitarnya akan menyebabkan terjadinya pencemaran. Instalasi pengolahan berskala besar menampung sampah dalam jumlah yang cukup besar pula, sehingga lindi yang dihasilkan di instalasi juga cukup potensial untuk menimbulkan pencemaran air dan tanah di sekitarnya," sebutnya.

 

Begitupun, tambah Tetty, sampah juga berpengaruh menyebabkan pencemaran tanah. Pembuangan sampah yang tidak dilakukan dengan baik misalnya di lahan kosong atau TPA yang dioperasikan secara sembarangan akan menyebabkan lahan setempat mengalami pencemaran akibat tertumpuknya sampah organik dan mungkin juga mengandung Bahan Buangan Berbahaya (B3). "Bila hal ini terjadi maka akan diperlukan waktu yang sangat lama sampai sampah terdegradasi atau larut dari lokasi tersebut. Selama waktu itu lahan setempat berpotensi menimbulkan pengaruh buruk terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya," tandasnya. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Tinjau PSEL di Benowo, Menko AHY: Infrastruktur Pengelolaan Sampah Lewat Teknologi Diperkuat

Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Tegaskan Komitmen Pelayanan Pasca-libur Lebaran

Kesehatan

BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran

Kesehatan

Sidak RSUD Djoelham, Wawako Binjai Pastikan Semua Pelayanan Setara

Kesehatan

Wakil Walikota Medan Resmi Berkantor di Rumah Sakit Pirngadi

Kesehatan

Walikota Medan Tekankan Pentingnya Pelayanan Kesehatan yang Humanis