Rumah Sakit Didorong Agar Terkoneksi Panggilan Kegawatdaruratan 119

Herman - Minggu, 08 Oktober 2017 19:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/6560_Rumah-Sakit-Didorong-Agar-Terkoneksi-Panggilan-Kegawatdaruratan-119.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama mengaku, terus mendorong rumah sakit agar terkoneksi dengan layanan panggilan kegawatdaruratan. Pasalnya, kata dia, hingga saat ini baru enam rumah sakit yang sudah terkoneksi dengan layanan panggilan kegawatdaruratan 119. 

 

"Yang sudah terkoneksi 119, baru ada enam rumah sakit, yakni RSUP Haji Adam Malik, RSUD dr Pirngadi, RS Martha Friska, RS Malahayati, RS Murni Teguh dan RS Sari Mutiara," ujar Agustama, di Medan, Sabtu (07/10/2017).

 

Agustama mengatakan, Dinas Kesehatan terus mendorong layanan panggilan kegawatdaruratan itu terkoneksi dengan rumah sakit lainnya. Sebab, layanan 24 jam ini dinilai sangat membantu masyarakat yang membutuhkan.

 

"Kalau misalnya ada pasien kritis dari daerah ke Medan, tetapi ternyata kamar penuh, kan lama kalau harus dirujuk lagi, bisa-bisa meninggal di jalan. Nah, di sini masyarakat tinggal telepon 119 dan bisa dibawa langsung ke RS yang direkomendasikan, kamar dan layanan lainnya yang tersedia," ungkapnya.

 

Agustama menjelaskan, masalah layanan kegawatdaruratan ini memang otoritas Dinas Kesehatan. Sehingga untuk mengoptimalkan peran sistem online gawat darurat tersebut, pihaknya sudah mensosialisasikan dan menggelar pelatihan ke kabupaten/kota.

 

"Tapi untuk kemampuan tergantung daerah masing-masing, kendalanya dana. Tiap RS memang harus punya layanan ini. Jadi kita bantu sosialisasikan dan beri pelatihan. Di beberapa kabupaten/kota sudah berjalan, sudah bisa telpon 119," jelasnya.

 

Namun layanan 119, sambungnya, berbeda dengan sistem informasi rumah sakit (SIRS). Ia mengakui, jaminan 119 ini bisa langsung dipastikan pasien mendapatkan kamar karena memang sudah darurat. RS sudah mengetahui dengan melihat sistem jika ada pasien yang akan masuk. "Kita terus mendorong RS agar lebih mengoptimalkan layanan ini. Apalagi masyarakat yang sudah menggunakan 119 juga ada banyak," terangnya.

 

Sebelumnya, Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumut, Azwan Hakmi Lubis, menyebutkan, layanan kegawatdaruratan di RS dinilai belum optimal. Padahal layanan itu sangat penting karena pasien yang dirujuk ke dalam perawatan ini sesegera mungkin harus bisa memperoleh penanganan intensif. "Belum maksimal, soalnya layanan kegawatdaruratan ini belum benar-benar terkoneksi," jelasnya.

 

Ia berharap Dinkes sebagai otoritas dapat mengatur perihal online tersebut. Tujuannya agar 119 bisa mendistribusikan pasien yang membutuhkan layanan gawat darurat ke RS yang tersedia. "Jadi kalau orang menelepon 119, pasiennya bisa segera didistribusikan kelau memang sudah online," sebutnya.(BS06).


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Resmikan PSC 119: Optimalisasi Layanan Darurat Bagi Masyarakat

Kesehatan

Pemko Medan Perkenalkan Layanan PSC Call Center 119, Berikan Pertolongan Pertama Bagi Masyarakat Dalam Keadaan Gawat Darurat

Kesehatan

Menkes: Jangan Ragu Hubungi 119 Saat Mudik

Kesehatan

Sediakan Banyak Manfaat bagi Pengguna Rumahan, Synology Perkenalkan DiskStation DS119j

Kesehatan

Pelayanan Kondisi Darurat Harus Ditingkatkan

Kesehatan

Layanan Medis 24 Jam Saat Mudik, Kini Bisa Hubungi 119