Di Sumut, Program Transplantasi Ginjal Terhambat Minimnya Pendonor

- Selasa, 03 Oktober 2017 23:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/7366_Di-Sumut--Program-Transplantasi-Ginjal-Terhambat-Minimnya-Pendonor.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Sekretaris tim transplantasi ginjal Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dr Syafrizal Nasution SpPD, KGH mengaku program transplatasi ginjal di Sumatera Utara (Sumut) masih terhambat oleh minimnya jumlah pendonor. Sehingga akibatnya, pasien kesulitan untuk mencari orang yang mau mendonorkan ginjalnya.

 

"Kemauan orang untuk menjadi pendonor sangat sedikit. Masyarakat beranggapan, jika mendonorkan ginjalnya akan cacat atau mengalami gangguan kesehatan," ujar dr Syafrizal bersama tim medis kepada wartawan, Selasa (3/10/2017).

 

Untuk itu, Syafrizal mengimbau, agar masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk mendonorkan ginjalnya. Apalagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, donor ginjal sudah dapat dilakukan meski pendonor beda golongan darah dengan pasien.RSUP Haji Adam Malik saat ini siap menjadikan transplantasi ginjal sebagai kegiatan rutin pada tahun 2018 mendatang. Hal ini dikarenakan, rumah sakit milik Kemenkes ini sudah dua kali sukses melakukan transplantasi ginjal terhadap pasien yang mengalami gagal ginjal. 

 

"Cangkok ginjal awalnya dilakukan April dan September 2017. Pada pasien tidak ditemukan angka infeksi dan kegagalan, hal ini ditandai dengan jahitan fungsi ginjal yang semakin membaik, baik pendonor maupun penerima," jelasnya.

 

Menurutnya, terapi cangkok ginjal ini memang merupakan cara yang paling ideal dalam mengatasi gagal ginjal ketimbang terapi lainnya seperti cuci darah. Mulai dari pengangkatan ginjal dari pendonor hingga memasangkan ginjal ke penerima, lanjutnya, idealnya memakan waktu sekira 3 sampai 4 jam."Itu tergantung dari kondisi masing-masing pasien, namun idealnya 3 sampai 4 jam. Kita melibatkan 7 dokter bedah," sebutnya.

 

Dibandingkan dengan biaya cuci darah atau hemodialisa, sambung Syafrizal, biaya transplantasi juga lebih murah dibandingkan cuci darah. Di samping itu, cuci darah itu juga harus dilakukan pasien seumur hidup."Sedangkan, kalau cangkok ginjal berhasil maka tidak perlu lagi cuci darah, dan tranplantasi ginjal juga sudah ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan," pungkasnya. (BS07)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis

Kesehatan

RS Adam Malik Raih 4 Penghargaan dari Kemenkes RI untuk Kinerja 2024

Kesehatan

Kunjungan Bupati Nias Utara ke Kemenkes RI

Kesehatan

Pemprov Sumut Raih Penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI

Kesehatan

Dirjen Yankes Resmikan Gedung Telerobotic Surgery dan Transplantasi Ginjal Mandiri

Kesehatan

Putusan Bebas Terdakwa Donor Ginjal Penuhi Rasa Kemanusiaan