Pemicu Belum Diketahui, Namun Perubahan Struktur Gen Disinyalir Penyebab Kanker Pada Anak

- Jumat, 29 September 2017 23:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/5433_Belum-Diketahui-Pemicunya--Namun-Perubahan-Struktur-Gen-Disinyalir-Penyebab-Kanker-Pada-Anak.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-dr Rita Evalina Rusli MKed (Ped) SpA(K) mengungkapkan jika hingga saat ini kalangan medis masih belum bisa mengetahui secara pasti, apa yang menjadi penyebab kanker pada anak. Namun, kata dr Rita, disinyalir penyebabnya adalah perubahan struktur penyusun gen pada tubuh anak, yang umumnya terjadi saat masa pertumbuhan.

 

"Penyebab kanker anak secara pasti belum diketahui. Pada anak sering dipicu oleh adanya perubahan struktur penyusun gen. Di samping itu, beberapa faktor yang ikut berperan adalah keturunan, zat kimia, virus dan radiasi," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (29/09/2017).

 

Sama seperti kanker lainnya, imbuh Rita, kanker anak juga dikarenakan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Hal itu, kata dia, bisa terjadi pada semua sel di organ manapun yang ada dalam tubuh.

 

Namun Rita menjelaskan, pada umumnya orangtua tidak menyadari jika anaknya menderita kanker. Sebab, orangtua datang ke petugas kesehatan hanya untuk berkonsultasi terkait keluhan yang awalnya dikira keluhan biasa saja."Kendala penanganan kanker pada anak adalah karena sering disadari atau diketahui saat stadium sudah lanjut. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman untuk mendeteksi dini kanker," jelasnya.

 

Untuk itu, ia berharap, agar masyarakat segera menemui petugas kesehatan bila anaknya memiliki kondisi kesehatan yang mencurigakan. Selain itu, petugas kesehatan juga diharapkan harus bisa mendeteksi secara dini kemungkinan kanker menyerang anak."Misalnya, untuk dokter umum yang menemukan kasus kanker supaya segera merujuknya ke rumah sakit yang lebih besar (tipe A-red) guna memastikan jenis kankernya. Tujuannya agar penatalaksanaannya sesuai dengan jenis kankernya," terangnya.

 

Rita menambahkan, orangtua harus mewaspadai kondisi-kondisi mencurigakan pada tubuh anak. Di antaranya, adanya pembengkakan pada tubuh anak, tampak pucat, lemas, rasa nyeri tidak wajar, demam tanpa sebab jelas, sering sakit kepala hebat dan muntah, berat badan menurun hingga gangguan penglihatan

 

"Di Indonesia, tercatat setiap tahun ada sekitar 4000-an kasus kanker baru pada anak. Diharapkan orangtua yang anaknya menderita kanker untuk patuh mengikuti protokol pengobatan. Meski peran asuransi dan BPJS Kese8tan sangat besar dalam pengobatan anak-anak kanker," tutupnya. (BS07)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan

Kesehatan

Mengupas Sisi Menarik Dunia Jurnalistik, Seni Menulis, dan Industri Kreatif di Un-Class Session

Kesehatan

Ribuan Mahasiswa Antusias Ikut Eksplorasi Passion di Generasi Campus Roadshow Medan

Kesehatan

Kadin Sumut Gelar "Mendadak Festival" di PRSU Medan, Malam Ini Kangen Band Tampil

Kesehatan

Marc Marquez Samai Angel Nieto, Intai Valentino Rossi

Kesehatan

Hasil MotoGP Argentina 2025: Marc Marquez Juara!