Orangtua Harus Waspadai Gejala Kanker Anak Sejak Dini

- Selasa, 26 September 2017 05:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/9789_Orangtua-Harus-Waspadai-Gejala-Kanker-Anak-Sejak-Dini.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Banyaknya anak Indonesia yang terdeteksi kanker, tetapi justru sudah berada dalam stadium lanjut, semakin meng-khawatirkan. Untuk itu, Ketua Smiling Kids Foundation (SKF) Yayasan Peduli Kanker Anak, Jenny Ong, mengatakan kurangnya kewaspadaan orang tua disebabkan karena kurangnya pemahaman dan kesadaran agar memeriksakan anaknya ketika sakit yang dianggap biasa, seperti demam berulang.

 

Menurutnya, semua pihak, mulai dari orangtua hingga instansi kesehatan terkait bisa berperan dalam memberikan informasi mengenai kanker anak secara efektif dan terstruktur agar sejak dini bisa diwaspadai. "Gejala kanker anak sangat beragam. Misalnya demam berkelanjutan yang biasa menyerang anak umur dua sampai delapan tahun. Kemudian bisa jadi mengarah ke kanker mata atau kanker darah (leukemia) yang paling banyak menyerang balita dengan gejala mata memiliki garis putih atau istilahnya mata kucing," ungkap Jenny Ong, Senin (25/09/2017).

 

Jenny menjelaskan, ada juga kanker tulang yang biasa lebih sering menyerang anak di atas usia 10 tahun atau remaja. Karenanya orang tua memang harus mewaspadai dan memahami gejala-gejala awal dari penyakit kanker ini. "Tapi hingga saat ini masih banyak orang tua yang tidak memahami tentang kanker anak. Penyebabnya karena kurangnya pengetahuan dan juga faktor ekonomi," sebutnya.

 

Bahkan, begitu mengetahui anaknya terserang kanker, orang tua malah merasa hidup anaknya telah berakhir. Sehingga umumnya baru datang ke dokter ketika sudah stadium lanjut, atau terlebih dahulu gagal mengobatinya melalui pengobatan alternatif. "Padahal, 80 persen kanker anak bisa diusahakan sembuh apabila terdeteksi secara dini. Kita terus mengusahakan sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan gejala awal kanker anak," sambungnya.

 

Di Sumatera Utara sendiri, sambung Jenny, setiap tahun kasus kanker anak terus bertambah. Sebanyak 20 sampai 30 kasus baru ditemukan setiap bulan. Data tersebut diperoleh dari dari data pasien kanker anak yang ada di dua rumah sakit di Medan, yakni RS Murni Teguh dan RSUP Haji Adam Malik. Oleh karena itu, potensi semua pihak harus bisa diberdayakan optimal.

 

"Misalnya, meningkatkan peran puskesmas melakukan deteksi dini dengan berkoordinasi di tingkat RS kota/kabupaten untuk memberdayakan dokter ahli dan laboratorium, serta jaringan supervisi di tingkat ahli dari super spesialis yang ada di tingkat provinsi dan RS rujukan. Bila kita bisa membangun jaringan tersebut, banyak persoalan kanker anak bisa kita selesaikan dengan biaya lebih murah dan tingkat keberhasilan yang lebih baik," tandasnya. (BS07)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

PFI - Jurnalis Medan Doa Bersama untuk Lima Pewarta Foto yang hilang Kontak

Kesehatan

LPA Apresiasi Pemenuhan Hak Anak yang Berkonflik dengan Hukum di UPT RPS Deli Serdang

Kesehatan

Kasus Kekerasan Seksual Anak, LPA Deli Serdang Apresiasi LPSK RI

Kesehatan

Komnas PA Dorong Perlindungan Anak Jadi Perhatian Nasional

Kesehatan

LPA Deli Serdang Jenguk Anak Korban Kekerasan asal Dairi di RSU Haji Medan

Kesehatan

Peringati HUT ke-29, Pertamina Sumbagut Gelar Nuzulul Qur’an dan Santuni Anak Yatim