Beritasumut.com-Pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan kian hari kian sedikit. Tingkat kepuasan dari masyarakat pun dinilai rendah. Kondisi ini membuat rumah sakit Pemko Medan ini kalah bersaing dengan rumah sakit swasta yang memiliki type yang sama. Selain pasien yang rendah, rumah sakit berplat merah ini juga dihadapkan dengan persoalan lainnya.Seperti gaji honorer yang menunggak, kekosongan obat, hingga klaim perawatan yang belum dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan selama dua bulan. Menyikapi hal tersebut, pengamat kesehatan Sumut, Destanul Aulia mengatakan, RSUD dr Pirngadi harus mampu melakukan perbaikan yang strategis. Hal itu, kata dia, dimulai dengan melakukan perbaikan dari tingkat internal."Yang utama diperbaiki adalah internal dulu. Baru setelah itu melakukan perbaikan-perbaikan yang sifatnya eksternal," ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/09/2017). Destanul menyebutkan, ada empat hal yang secara internal harus diperbaiki oleh manajerial RSUD dr Pirngadi Medan. Pertama, sebut dia adalah persoalan SDM pegawai, lalu fasilitas, alat kesehatan, serta penunjang medis dan non medis. Menurutnya, sebagai rumah sakit yang memperoleh dana APBD dan klaim BPJS Kesehatan, RSUD dr Pirngadi harusnya bisa lebih maju dari rumah sakit swasta. "Rumah sakit swasta yang hanya memperoleh dana BPJS, sarananya bisa lebih baik. Seperti kelas 3, sudah memiliki AC dan alat kesehatannya yang canggih, tentu membuat pasien merasa lebih nyaman untuk berobat disana," jelasnya. RSUD dr Pirngadi, yang sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU), sambung Destanul, sebetulnya pengelolaannnya sudah seperti swasta. Karenanya, menurut dia, RSUD dr Pirngadi harus dipimpin oleh seorang direktur yang agresif, tegas, dan berjiwa enterprenuer untuk melakukan semua perbaikan tersebut.(BS07)