Beritasumut.com-Banyak hal yang harus diperhatikan bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan bersama dengan bayi yang di kandungnya. Salah satunya adalah kesehatan pada plasenta atau ari-ari.Dalam periode kehamilan, plasenta sangat berguna bagi kelangsungan hidup janin di dalam kandungan. "Saat ini, saya melihat ibu-ibu hamil masih kurang peduli terhadap kesehatan plasenta. Mereka lebih fokus pada kuat atau tidaknya rahim atau hanya sekadar berkonsultasi tentang makanan yang baik untuk janin," ungkap dokter spesialis kandungan, Dr dr Binarwan Halim SpOG MKed (OG) FICS kepada wartawan, Jumat (08/09/2017). Padahal, sambung Binarwan, plasenta itu ibarat akar dari sebuah pohon yang menjembatani antara ibu dan janin, sehingga harus bagus, sehat dan kuat. Karena kalau plasenta rusak, maka bayi akan sangat terganggu."Bayi hidup kan sangat tergantung pada plasentanya. Melalui plasenta dialirkan oksigen, darah, makanan dan zat-zat lainnya," terangnya. Binarwan menyebutkan, jika kondisi plasenta tidak sehat, banyak masalah kehamilan yang bisa terjadi. Di antaranya akan terjadi keracunan kehamilan, bayi lahir kecil, cacat janin, keguguran bahkan kematian bayi dalam kandungan. Hal itu, lanjut dia, bisa saja terjadi disebabkan aliran darah atau oksigen yang melewati plasenta tersumbat dan tidak sampai ke janin. Masalah ini dapat dilihat melalui ultrasonography (USG) ketika bayi masih di dalam rahim."Jika terjadi masalah kehamilan dan janin sudah berusia di atas 28 minggu (kemampuan hidup lebih tinggi) atau sudah siap lahir maka kita akan matangkan parunya dan kemudian dilahirkan lalu diberi bantuan oksigen dari luar," jelasnya. Binarwan menjelaskan, tanda-tanda plasenta tidak sehat di antaranya, ada yang lepas dari perlengketan di rahim, sering terjadinya flek dan kehamilan di usia tua. Plasenta terbentuk dari decidua yang berasal dari ibu dan trofoblas dari janin, keduanya bersama-sama terus membentuk ari-ari. Plasenta yang sehat, sambung Binarwan, berasal dari embrio yang sehat, embrio ini berasal dari sperma dan selur telur yang sehat. Semuanya didapatkan jika nutrisi yang dikonsumsi pasangan ibu dan ayah baik. Ia menuturkan pentingnya kesehatan plasenta karena didasari tiga fungsinya. Pertama fungsi hormonal, yakni menghasilkan hormon progesteron yang berguna memelihara janin selama kehamilan, menjaga rahim tetap segar dan mengurangi kontraksi."Jika plasenta tidak kuat, akan mudah terjadi kontraksi di masa awal kehamilan yang menyebabkan keguguran," sebutnya. Kedua, fungsi nutrisi, yakni plasenta berguna sebagai jalan mengalirnya nutrisi dari ibu ke janin. Jika plasenta tidak kuat, makanan sebanyak dan sebergizi apapun tidak akan berguna karena tidak akan sampai ke janin.Ketiga, fungsi respirasi, plasenta berfungsi untuk metabolisme janin. Artinya, pembuangan zat-zat yang tidak terpakai seperti karbon dioksida, kotoran juga dikeluarkan melalui plasenta. "Saya sarankan pasangan persiapkan diri dengan baik sebelum memutuskan untuk hamil. Jauhi makanan berpestisida tinggi, bahan kimia dan cepat saji," pungkasnya.(BS07)