Beritasumut.com-Wagubsu Dr Nurhajizah Marpaung mengharapkan agar pengawasan terhadap peredaran dan masuknya obat dan makanan khususnya di Tanjung Balai agar lebih diawasi. “Kepada aparat keamanan seperti dari kepolisian dan BPOM agar terus melakukan operasi/razia khususnya di pintu-pintu masuk seperti di Tanjung Balai, perbatasan Riau, Kuala Tanjung, Belawan. Bagaimana peningkatan efektifitas pengawasan obat dan makanan khususnya di Sumut, lebih khusus lagi di Tanjung Balai,” Ujar Wagubsu. Hal tersebut di katakan Nurhajizah pada Sosialisasi Implementasi Inpres RI No.3 tahun 2017 Tentang Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan, Selasa (22/08/2017) di Kantor Walikota Kota Tanjung Balai.Hadir pada kesempatan itu Wakil Walikota Tanjung Balai Drs H Ismail, Kepala Balai Besar POM Medan Drs Yulius Sacramento Tarigan, mewakili FKPD Kota Tanjung Balai, Sekda Kota Tanjung Balai dan SKPD Kota Tanjung Balai dan jajaran Balai Besar POM Medan. Kenapa Tanjung Balai, dikatakan Wagubsu bahwa di Kota Tanjung Balai seperti yang telah diinformasikan Bapak Wakil Walikota bahwa 'jalan tikusnya' cukup banyak. Dan dari sinilah masuknya obat atau makanan yang illegal itu masuk.Menurut informasi yang didapatkan dari aparat bahwa lebih kurang satu hingga dua ton per dua minggunya obat terlarang masuk ke daerah Tanjung Balai. Dan yang memakai obat-obat terlarang tersebut banyak ditemukan dari kalangan anak-anak. Hal itu juga dikarenakan Tanjung Balai merupakan pintu masuk barang dan obat dari Malaka. Oleh karenanya Wagubsu mengajak seluruh pihak khususnya kepada pemerintah Tanjung Balai untuk mendukung pengawasan ketat terkait masuknya obat dan makanan dari luar. “Kita harus bekerjasama untuk mencapai tujuan kita untuk kekondusifan Tanjung Balai dan Sumatera Utara pada umumnya," jelas Wagubsu.Terkait aparat untuk pengawasan obat dan makananan Wagubsu menghimbau agar BPOM agar fasilitasnya terus ditingkatkan guna optimalnya pengawasan yang dilakukan. “Kalau dimisalkan pada pengamanan demonstrasi untuk satu pendemo harus diamankan 4 aparat pengamanan (polisi),” ujar Wagubsu. Hal senada juga disampaikan Wakil Walikota Kota Tanjung Balai Wakil Drs H Ismail kota Tanjung Balai merupakan pintu masuk perairan Selat Malaka seperti Malaysia. Dan merupakan kota yang terpadat di Asia Tenggara. Yang memiliki banyak pintu masuk yang sulit dijangkau aparat pengawasan (jalan tikus). Kota ini lanjutnya bukan kota industri berarti tidak ada produk makanan. Bukan kota pertanian atau perkebunan berarti tidak ada produk perkebunan . Juga bukan laut yang artinya tidak hasil laut. Jika ditemukan adanya bahan-bahan kebutuhan yang digunakan masyakarat sehari-hari adalah masuk dari daerah lain. Pintu masuknya terutama dari pelabuhan yang memungkinkan produk-produk dari luar negeri seperti Malaysia. Dengan demikian banyak obat dan makanan yang masuk tidak terjangkau dari pengawasan. Oleh karenanya kegiatan saat ini sangat penting khususnya untuk kota Tanjung Balai. “Kami mengucapkan terima kasih dengan adanya pertemuan ini, karena kota Tanjung Balai merupakan Kota yang rawan masuk dan beredarnya obat terlarang dan makanan yang lepas dari pengawasan,” pungkasnya. (BS03)