Baik Buruknya Rumah Sakit Bergantung Pada Rekam Medis

- Selasa, 22 Agustus 2017 06:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082017/3510_Baik-Buruknya-Rumah-Sakit-Bergantung-Pada-Rekam-Medis-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Baik buruknya rumah sakit akan bergantung pada rekam medis yang dimiliki.Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis Seluruh Indonesia Nuryati SFar Mph. Nuryati menjelaskan, pembekalan pengetahuan rekam medis sangat penting dilakukan untuk menunjang profesionalisme pelayanan di rumah sakit (RS). 

 

Oleh karena itu, mahasiswa Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dituntut harus mampu memanejemen data kesehatan yang ada di rumah sakit. Selain juga mampu mengelola atau menyusun struktur isi dan standar data kesehatan, serta persyaratan informasi pelayanan kesehatan."Jadi harus bisa merancang sistem klarifikasi klinis, merancang metodologi pembayaran pelayanan kesehatan, sehingga mampu mengecek status pasien sesuai data," ujarnya kepada wartawan, Senin (21/08/2017).

 

Nuryati memaparkan, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan tersebut menyangkut standar kompetensi, profil lulusan, catatan pembelajaran, kurikulum, hingga uji kompetensi nasional D3 keperawatan. Untuk itu, mahasiswa juga harus dapat memanfaatkan ilmu statistik kesehatan untuk riset biomedis dan manajemen kualitas."Lalu membuat statistik asuhan kesehatan dan peningkatan kinerja, menguasai konsep teoritis secara umum tentang data dan pengumpulan rekam medis," terang dosen Universitas Gajah Mada (UGM) ini. 

 

Begitupun, Nuryati melanjutkan, mahasiswa juga dituntut untuk dapat menjalin komunikasi yang efektif dengan pengguna jasa pelayanan kesehatan. Kemudian menjaga tutur bahasa dan sikap sopan santun dalam berkomunikasi ketika praktik kerja lapangan."Jadi mahasiswa juga harus jaga sikap. Jangan main telepon genggam saat bekerja, serta harus mampu berkomunikasi dengan mitra kerja," jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Akademi Pendidikan dan Kesehatan Talitakum Drs Panusunan Yacob Purba dalam kuliah umum rekam medis kepada mahasiswa D3 Terapan Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di kampus Akademi Pendidikan Kesehatan (APK) Talitakum Jalan Setia Budi, Medan menuturkan, mahasiswa Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan penting diberi pembekalan dalam bentuk kuliah umum. Sebab kata dia, para mahasiswa nantinya akan disalurkan ke rumah sakit."Mereka inilah yang bertugas secara profesional tentang rekam medis," ujarnya.

 

Disebutkannya, lulusan D3 Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan akan disalurkan ke berbagai rumah sakit sekaligus merupakan mitra kerja kampus Talitakum.Panusunan mengungkapkan, Kementerian Kesehatan juga telah membuat suatu aturan yang menunjang pelayanan kesehatan. Sehingga, kuliah umum dianggap penting agar dapat mengejar segala ketentuan-ketentuan yang berlaku.(BS07)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Mahasiswa Dibegal di Lahan Garapan Deli Serdang, Pelaku Sembunyi dalam Sumur

Kesehatan

Pengadaan 15 Ribu Jilbab Terindikasi Korupsi, Mahasiswa Demo Kantor Bupati Deli Serdang

Kesehatan

Polisi Bekuk Pelaku Tunggal Pembunuh Mahasiswa UMA di Patumbak Dijerat Pasal Berlapis dan Berat

Kesehatan

RSJ Prof Ildrem Siap Bertransformasi Menuju Rumah Sakit Jiwa yang Ramah dan Inklusif

Kesehatan

Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera

Kesehatan

Ubah Lontar Jadi Pemanis Sehat: Ini Dia Inovasi Hebat Karya Mahasiswa UPER