Bekatul, Limbah Penggilingan Padi Potensial Turunkan Kolesterol

- Kamis, 17 Agustus 2017 13:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082017/5828_Bekatul--Limbah-Penggilingan-Padi-Potensial-Turunkan-Kolesterol.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Bertasumut.com-Bekatul merupakan limbah penggilingan padi yang keberadaannya sangat melimpah di Indonesia. Hanya saja, selama ini pemanfaatannya belum dilakukan secara optimal. Padahal, bekatul memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya menurunkan kadar kolesterol.

 

Dalam penelitian yang dilakukan sejumlah mahasiswa Prodi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, diketahui bahwa bekatul mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Mereka melakukan inovasi pengolahan bekatul menjadi ekstrak bekatul terfermentasi yang disebut “BEAR-CHOL”.

 

“Pemanfaatan bekatul  masih terbatas hanya dijadikan pakan ternak dan tak jarang dibuang begitu saja. Padahal, bekatul kaya akan serat pangan dan berbagai mikrokomponen yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh,” ungkap Bira Arumndari Nurahma dilansir dari laman resmi dikti.go.id, Kamis (17/08/2017).

 

Oleh sebab itu, Bira bersama dengan ketiga rekannya, yaitu Mega Febia Suryajayanti, Anggi Laksmita Dewi dan Zunamilla Khairia meneliti lebih lanjut potensi bekatul terferementasi sebagai anti-hiperkolesterolemia. Selain itu, juga berupaya menghasilkan produk sampingan pengolahan beras bagi  kesehatan.

 

Bira menyampaikan kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular yang serius. Oleh karena itu, pemanfaatan bekatul diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular.

 

Dari pengolahan bekatul dalam “BEAR-CHOL” memiliki khasiat yang lebih maksimal karena telah melalui proses fermentasi. Ekstrak “BEAR-CHOL” kemudian diujicobakan pada tikus model hiperkolesterolemia untuk melihat profil lipid dan kadar Short Chain Fatty Acid (SCFA) sekum.“Hasilnya BEAR-CHOL mampu memperbaiki profil lipid tikus yang diinduksi hiperkolesterolemia,” jelasnya.

 

Pemberian ekstrak bekatul terfermentasi dosis 2205 mg/kgBB pada tikus mampu mencegah kenaikan kadar LDL. Selain itu, juga dapat menurunkan kadar HDL pada kondisi hiperkolesterolemia mendekati kondisi sehat.“Untuk selanjutnya kami masih melakukan analisis terhadap kadar SCFA sekum pada tikus hiperkolesterolemia yang diberi ekstrak BEAR-CHOL,” tutupnya. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Tegaskan Komitmen Pelayanan Pasca-libur Lebaran

Kesehatan

Wujudkan Tanam Padi Tiga Kali Setahun, Gubernur Sumut Minta Bantuan ke Presiden untuk Perbaikan Tanggul

Kesehatan

BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran

Kesehatan

Sidak RSUD Djoelham, Wawako Binjai Pastikan Semua Pelayanan Setara

Kesehatan

Wakil Walikota Medan Resmi Berkantor di Rumah Sakit Pirngadi

Kesehatan

Walikota Medan Tekankan Pentingnya Pelayanan Kesehatan yang Humanis