Beritasumut.com-Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) NG Hikmet mengatakan, pihaknya akan melakukan imunisasi massal measles rubella (MR) atau campak rubella di Sumut pada tahun 2018 mendatang. Sedangkan Pemerintah Pusat, pada awal Agustus ini, akan mulai melakukan imunisasi MR di Pulau Jawa. "Di Sumut kegiatannya belum, karena sifatnya periode. Imunisasi MR baru mulai dilakukan di Sumut pada 2018 nanti," ujar Hikmet, Selasa (01/08/2017). Hikmet menjelaskan, sejauh ini Provinsi Sumut baru melakukan tahap pendataan terhadap warga sekaligus melakukan sosialisasi untuk mengkampanyekannya. Sedangkan tindakan imunisasi, kemungkinan baru berlangsung pada bulan Juni atau Agustus 2018, di ikuti dengan upaya pendampingannya."Imunisasi MR atau campak rubella ini akan dilakukan selama dua bulan berturut-turut," jelasnya. Imunisasi MR ini, sebut Hikmet dinilai sangat penting. Sebab, penularan virusnya sangat mudah terjadi, khususnya pada ibu hamil. Dampaknya sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan bayi lahir dalam keadaan cacat. Namun, sambung Hikmet, di Sumut kasus rubella memang laporannya sangat jarang, tetapi harus tetap berhati-hati kepadanya."Makanya imunisasi ini lebih dikhususkan pada wanita hamil dan juga calon ibu," tegasnya. Hikmet menambahka, imunisasi ini harus dilakukan secara merata. Apalagi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan jika imunisasi sifatnya halal, bahkan wajib apabila dapat mencegah penyakit berbahaya."Jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi mengenai persoalan kehalalan imunisasi. Karena MUI sudah menyatakan halal," pungkasnya. (BS07)