Beritasumut.com-Menteri Kesehatan Nila Moelok mengatakan, 60 persen jemaah haji Indonesia di tahun 2017 memiliki resiko tinggi dalam hal kesehatan. Sebab, rata-rata usianya sudah di atas 70 tahun, apalagi cuaca di Arab saudi sedang sangat panas, sehingga dapat memicu heatstroke. Meskipun begitu, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) NG Hikmet, menyatakan bahwa sektor pelayanan kesehatan yang ditempatkan di tanah suci sudah sedemikian safety. Sehingga jemaah haji, khususnya asal Sumut dapat lebih terjamin mengenai masalah kesehatannya. "Sistem penanganan kesehatan dari tim kesehatan sudah baik, bahkan diakui terbaik di dunia. Rumah sakit dan segala fasilitas pendukungnya juga sudah tersedia, dan itu semuanya gratis," ungkapnya kepada wartawan, Senin (31/07/2017). Selama berada di tanah suci, lanjut Hikmet, standar aturan kepada para jamaah haji sudah ada ketentuan yang diberlakukan. Misalnya, penggunaan masker dan handuk basah saat keluar dari penginapan, serta selalu mengkonsumsi air zam-zam untuk menghadapi cuaca panas di sana."Biasanya jemaah haji yang rentan terganggu kesehatannya adalah efek dari ketidaktaatan akan aturan. Seperti keluar tanpa menggunakan masker, padahal sudah di instruksikan," jelasnya. Mengenai usia, Hikmet mengatakan, untuk jamaah haji asal Sumut yang berangkat ketanah suci tahun ini, rata-rata usia 50 tahun ke atas. Namun, ia memastikan kondisi kesehatan para jamaah sejauh ini tidak ada masalah berarti, meski ada beberapa orang yang harus ditunda keberangkatannya."Pihak Arab Saudi juga mempermudah rujukan apabila ada jamaah haji asal Indonesia yang sakit," terangnya. Selain itu, Hikmet juga menambahkan, bahwa setiap tahunnya kuota haji asal Indonesia terus bertambah. Hal itu menurut dia, sebagai bentuk kepercayaan pemerintah Arab Saudi dalam mengurusi para jemaahnya."Itulah bentuk kepercayaan pihak Pemerintah Arab Saudi terhadap Indonesia," jelasnya. Sebelumnya, Menteri kesehatan Nila Moelok juga berpesan kepada jemaah haji Indonesia untuk selalu menjaga kesehatannya selama beribadah ditanah suci. Salah satunya kata dia, adalah dengan tidak dekat-dekat dengan unta, supaya mengindari virus.(BS07)