Beritasumut.com-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan Edwin Efendi mengungkapkan pihaknya akan membangun dan mengembangkan rumah sakit milik Pemko Medan ini menjadi pusat pelayanan kesehatan regional. Karenanya, kualitas medis, kapasitas serta layanan operasional ditingkatkan supaya bisa menekan jumlah masyarakat yang berobat ke luar negeri. "Ini tentunya akan diikuti perbaikan pelayanan serta SDM para tim medis. Sehingga rumah sakit ini mampu bersaing dengan rumah sakit lain terutama di luar negeri. Jadi masyarakat percaya berobat ke rumah sakit ini dan tidak lagi ke luar negeri," ungkap Edwin Efendi kepada wartawan, Jumat (14/07/2017). Menurut Edwin, peningkatan kualitas rumah sakit akan dilakukan melalui renovasi bangunan yang ada saat ini dan konstruksi gedung baru. Pelayanan medis terdepan akan diberikan untuk semua pasien melalui fasilitas dan peralatan yang baik serta memudahkan akses seluruh pasien. "Sambil dibangun, tidak akan mengganggu pelayanan. Jadi pada area yang harus dibongkar, pasien akan direlokasi. Kita ingin betul-betul mengelola rumah sakit sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik kelas menengah maupun kurang mampu. Pemko Medan nanti menyesuaikan seperti penambahan SDM, pelatihan, dan sebagainya," jelasnya. Edwin mengatakan pembangunan dan pengembangan RSUD Dr Pirngadi Medan akan dilakukan pada 2018 melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur, termasuk di bidang sosial. Saat ini sudah banyak investor yang tertarik untuk bekerjasama dalam proyek yang ditaksir memakan biaya hingga Rp 600 miliar itu. "Rencana KPBU ini sudah didiskusikan dengan pemerintah pusat sejak awal Januari 2016. Kita manfaatkan kerjasama pemerintah dan swasta. Tapi tidak seperti pola yang lama, karena ini ada pendampinan dari pusat. Investor dari dalam dan luar negeri juga banyak yang tertarik supaya rumah sakit ini berkembang dan bisa memenuhi pelayanan kesehatan modern," sebutnya. Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Medan, Wiriya Alrahman mengatakan pembangunan dan pengembangan RSUD dr Pirngadi Medan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien dengan menyediakan pelayanan medis canggih dan kenyamanan dibandingkan dengan layanan yang sekarang ada. "Jadi nantinya pasien termasuk pasien umum akan tertarik berobat di Pirngadi dengan adanya layanan medis lanjutan serta kenyamanan yang didapat melalui pendirian wing baru. Selain itu, kinerja keuangan rumah sakit juga akan meningkat karena ada penambahan pendapatan dari proyek ini," paparnya. Lebih lanjut, Wiriya mengatakan, sebelum proyek pembangunan RSUD dr Pirngadi Medan dilakukan, keseluruhan luas bangunan rumah sakit milik Pemko Medan itu 37.000 M2 yang meliputi wing (gedung) barat dan timur, gedung heritage dan parkir ground level. Nantinya setelah pembangunan dan pengembangan dilakukan, keseluruhan luas bangunan menjadi 55.100 M2. "Kemudian wing barat dan timur direnovasi, bangunan heritage direvitalisasi untuk fasilitas quality of life serta parkir bawah tanah. Selanjutnya fungsi yang akan diperbaharui di wing baru yakni Endoskopi, Rehabilitasi Medis, Bedah Sentral, ICU, HDU, ICCU, NICU, LDR, PICU, Perinatology, Policlinic, radio Therapy. Lalu ruang inap akan ditambah 105 ruangan VIP," pungkasnya.(BS07)