Beritasumut.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mencatat hingga bulan Mei 2017, menemukan sebanyak 105 kasus gizi buruk yang terjadi di Kota Medan."Ada 105 kasus gizi buruk yang sudah kita tangani sampai bulan Mei. Pada tahun 2016 lalu ada 104 kasus, namun sudah ada yang pindah, sembuh ataupun meninggal," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan drg Usma Polita Nasution melalui Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi dr Shereivia kepada wartawan, Kamis (06/07/2017). Shereivia menyebutkan, gizi buruk itu memang merupakan tupoksi dari Dinas Kesehatan. Sehingga setiap bulan dilakukan pemantauan di masing-masing Kecamatan dan Puskesmas."Kalau ada anak yang timbangannya dibawah seharusnya, maka selanjutnya kita lakukan sosialisasi ke keluaraga. Selanjutnya dilakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan pemantauan perkembangannya," jelasnya. Lebih lanjut, Shereivia menjelaskan, untuk gizi buruk, kasus kejadiannya memang tidak mungkin sampai nol. Karenanya, setiap tahun kasus ini selalu saja ditemukan, khususnya di Kota Medan."Untuk menanganinya, kita sudah ada melakukan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran dalam melakukan pemantauan. Selama bekerja di puskesmas, para dokter muda juga melakukan pendampingan untuk gizi buruk itu," terangnya. Di Kota Medan sendiri, ujar Shereivia, hampir setiap Kecamatan terdapat kasus gizi buruk. Kasus terbanyak, terangnya, terdapat di Medan Labuhan 11 kasus, Johor 12 kasus, dan Belawan 8 kasus."Untuk yang negatif kasus gizi buruk itu, berada di sejumlah Kecamatan. Puskesmasnya adalah Simalingkar, Padang Bulan, Teladan, Simpang Limun, Petisah, Rantang, Glugur Kota, Glugur Darat, dan Pasar Merah," paparnya. Shereivia menambahkan, kasus gizi buruk ini faktor utamanya adalah persoalan ekonomi. Selain itu, pemahaman masyarakat yang masih kurang, sehingga perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi."Itulah kita harus membuka mindset masyarakat. Sosialisasi memang sudah dilakukan, tapi tetap saja masih ada yang percaya dengan cara pengobatan tradisional," pungkasnya.(BS07)