Mesin Sering Rusak, Pasien Cuci Darah di RSUP H Adam Malik Antri

- Kamis, 06 Juli 2017 06:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072017/2470_Mesin-Sering-Rusak--Pasien-Cuci-Darah-di-RSUP-H-Adam-Malik-Antri.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Mesin Hemodialisa (HD) milik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik sering mengalami kerusakan. Akibatnya, tak sedikit jadwal cuci darah pasien menjadi tertunda, karena harus menunggu antrian.

 

Direktur Utama RSUPHAM dr Bambang Prabowo MKes mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menambah kapasitas mesin tersebut menjadi 100 unit. Saat, ini, mesin HD yang dimiliki rumah sakit milik Kementerian Kesehatan itu berjumlah 35 unit."Harusnya bulan kemarin (Juni) sudah beroperasi. Tapi kita yakin, Juli ini mesin-mesin HD itu sudah bisa melayani pasien," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (05/07/2017).

 

Menurut Bambang, kerusakan mesin HD ini dikarenakan mesin-mesin tersebut harus dipaksa sampai bekerja hingga 3 sift (3 kali sehari). Dengan ada penambahan itu, Bambang berharap kedepan mesin HD yang tersedia tidak lagi dipacu kinerjanya untuk melakukan cuci darah pasien."Kenapa rusak, bisa dibayangkan bagaimana mesin itu harus berputar terus sampai 3 sift setiap hari," jelasnya.

 

Saat ini, lanjut Bambang, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan vendor tertentu untuk melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dalam hal penambahan mesin HD itu. KSO tersebut, ujar Bambang, melakukan investasi besar, yakni sekitar Rp 13 miliar."Sejauh ini sebetulnya mesin itu sudah ready, termasuk bahan dan keberadaan gedungnya nanti," terangnya.

 

Sebelumnya, sejumlah keluarga pasien penderita sakit ginjal mengeluhkan alat mesin pencuci darah di RSUPHAM yang belakangan ini sering mengalami kerusakan. Seperti yang dikatakan Rulih, sewaktu mengantarkan ayahnya melakukan cuci darah, sudah empat kali di hari yang berebeda terpaksa pulang karena mesin rusak."Sudah empat kali kami menunggu diperbaiki mesinnya. Tapi karena sudah menunggu dua jam namun belum selesai juga diperbaiki, ayah saya mengajak pulang," ungkapnya.

 

Warga yang tinggal di Kecamatan Medan Sunggal ini pun bingung kenapa RSUPHAM bisa seperti itu. Ia berharap, agar mesin cuci darah di rumah sakit ini dapat segera diperbaiki."Pernah juga saat jadwal ayah cuci darah di gelombang I, tapi di saat itu pula mesinnya rusak. Sehingga kami harus datang lagi pada jadwal gelombang kedua di hari sama, dan mau tidak mau, harus mengantri lagi dengan pasien di gelombang kedua," keluhnya.

 

Begitu juga yang dialami Boru Padang (22) asal Pakpak Bharat yang menemani ibunya cuci darah, mengaku pernah sampai harus menunggu dua kali untuk mendapatkan jadwal karena mesinnya diperbaiki. "Padahal, cuci darah merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh ibu," ungkapnya.(BS07)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis

Kesehatan

RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem Beri Kesempatan Pasien Pulih untuk Berjualan

Kesehatan

Dirjen Yankes Resmikan Gedung Telerobotic Surgery dan Transplantasi Ginjal Mandiri

Kesehatan

Putusan Bebas Terdakwa Donor Ginjal Penuhi Rasa Kemanusiaan

Kesehatan

Dua Jenazah Pasien Tanpa Identitas dan Keluarga Dirawat di RS Adam Malik

Kesehatan

Jumlah Pasien Pengidap HIV di Rumah Sakit Pirngadi Medan Meningkat