Beritasumut.com-Meski sistem registrasi (daftar) online untuk pasien sudah diberlakukan sejak dua bulan terakhir, namun banyak pasien Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik yang belum memanfaatkannya. Alhasil, antrian panjang saat berobat di poliklinik masih terjadi. "Sudah ada pasien yang menggunakan daftar online itu. Tapi memang belum banyak," ujar Kepala Sub Bagian Humas RSUP Haji Adam Malik, Masahadat Ginting kepada wartawan, Selasa (20/06/2017). Masahadat menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Haji Adam Malik, hingga 18 Juni 2017 jumlah pasien rawat jalan yang ada mencapai sebanyak 80.423 orang. Sementara, pasien yang sudah menggunakan sistem registrasi online tersebut sebanyak 910 pasien."Karenanya, kita masih membutuhkan sosialisai kepada pasien untuk dapat menggunakan aplikasi pendaftaran ini," terangnya. Sementara itu, Direktur Utama RSUP Haji Adam Malik, dr Bambang Prabowo Mkes mengatakan, diberlakukannya sistem daftar online ini, bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan medis dirumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut. "Tujuan mulianya dari online ini adalah, bagaimana masyarakat bisa terlayani dengan baik tanpa harus ngantri terlalu lama. Sehingga, bila pasien mau diperiksa, ia tinggal datang karena sudah mendaftarkan diri sebelumnya," ungkapnya. Bambang menjelaskan, langkah ini merupakan terobosan dari semua rumah sakit vertikal yang ada di Indonesia. Karena di era teknologi sekarang, semua rumah sakit tentu sudah membutuhkan model pelayanan seperti ini. Selama ini, Bambang mengakui, bahwasanya antrian perobatan pasien rawat jalan di poliklinik memang sangat terlampau banyak. Padahal, secara psikologis baik dokter atau pasien yang berobat tentu tidak akan merasa nyaman karenanya. Saat ini, sambung Bambang, sistem pendaftaran online tersebut sudah mulai berjalan, yakni melalui aplikasi pendaftaran online yang bisa di dapat melalui playstore."Dengan pendaftaran online, maka pasien bisa menunggu dirumah sambil beristirahat. Kalau ngantri, kan pasiennya juga yang kasihan," pungkasnya. (BS03)