Mie Berformalin Beredar di Tanjungbalai dan Siantar

Herman - Minggu, 11 Juni 2017 19:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062017/5776_Mie-Berformalin-Beredar-di-Tanjungbalai-dan-Siantar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) menemukan ada mie mengandung formalin beredar di Kota Tanjungbalai dan Kota Pematangsiantar. Temuan ini terungkap dalam pengawasan sejak awal Juni 2017.

 

"Kita menemukan mie kuning basah mengandung formalin di Tanjungbalai. Lalu mie kuning dengan formalin dan boraks di Siantar," ucapnya kepada wartawan di Medan, Minggu (11/06/2017).

 

Selain itu, Sacramento juga mengaku, pihaknya turut menemukan tahu kuning yang mengandung pewarna buatan, methanyl yellow. Namun, penemuan ini kata dia diperoleh dari penjual jajanan yang ada di Langkat. "Makanan-makanan tersebut tentu dapat membahayakan kesehatan masyarakat," sebutnya.

 

Sacramento menjelaskan, penemuan ini merupakan upaya peningkatan intensifikasi pengawasan BBPOM selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pihaknya sangat menyayangkan masih ditemukannya beberapa kasus produk tidak memenuhi syarat yang beredar di pasaran. "Semua produk makanan yang bermasalah tersebut kini sudah diamankan. Selanjutnya akan diproses untuk tindaklanjuti," terangnya.

 

Ia menegaskan, bagi modus yang diketahui sudah sistematis dalam melakukan kejahatan tersebut, pelakunya akan diproses secara hukum. Sedangkan untuk penjual, penindaklanjutan akan direkomendasikan ke pihak terkait, untuk pembinaan dan pencegahan peredaran produk bermasalah tersebut kembali terulang.

 

"Untuk produsen yang terbukti menambahkan bahan berbahaya tersebut ke dalam produk makanan, kita akan tindaklanjuti dengan pemusnahan produk dan sanksi administrasi," jelasnya.

 

Sebelumnya, Sacramento menyebutkan bahwa BBPOM di Medan juga tetap akan melakukan peninjauan lapangan baik di Kota Medan maupun di kabupaten/kota selama bulan puasa dan menjelang Lebaran. Untuk Kota Medan, pada awal Juni lalu, BBPOM telah memastikan takjil yang dijual di kota ini masih aman.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM di Medan, Fajar Sidik menambahkan, berdasarkan tinjauan lapangan yang telah mereka lakukan, dagangan takjil yang ada di kota ini dinilai sudah memenuhi syarat. "Awal puasa sudah kita ambil sampel dari sejumlah pedagang bukaan puasa. Hasilnya, sejauh ini semua masih memenuhi syarat," pungkasnya.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Tingkatkan Perekonomian, Pasar di Medan Akan Dijadikan Pusat Jajanan Malam

Kesehatan

Gubernur Resmikan Kampung Ramadan, Membeli Hanya Bisa Lewat Drive Thru dan Online

Kesehatan

Kapoldasu Tegaskan Belum Ada Ditemukan Apel Berformalin dan Berlapis Lilin di Sumut

Kesehatan

Makanan dan Minuman Ramadan Fair Bebas dari Zat Berbahaya

Kesehatan

Siantar dan Simalungun Ditetapkan BBPOM Zona Merah untuk Bahan Makanan Formalin dan Boraks Marak

Kesehatan

Makanan Berformalin Racuni Saluran Pencernaan Tubuh Manusia