Beritasumut.com-Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumut, Abyadi Siregar menilai, kualitas Rumah Sakit (RS) di Sumatera Utara masih buruk. RS yang tersedia, lanjutnya, belum dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Hingga Saat ini, dari sejumlah RS yang ada hanya sebagian kecilnya saja yang terakreditasi, begitupun untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru satu yang mendapatkan predikat paripurna."Kalau saya nilai memang pelayanan di rumah sakit masih buruk. Tak heran, masih banyak masyarakat yang lebih percaya untuk berobat ke luar negeri," ungkapnya, Senin (05/06/2017). Abyadi mengungkapkan, pihaknya pernah mendapatkan laporan masyarakat soal buruknya layanan yang diberikan RS. Sebab oleh RS, pasien terkesan seperti tidak diperhatikan."Pernah ada pasien baru tiga hari operasi sudah disuruh pulang. Namun saat dirumah ususnya malah keluar, tapi saat kembali kerumah sakit, tidak ada dokter yang melayani. Disitu, setelah direkturnya kami hubungi, baru pasien itu mendapatkan pelayanan, meski akhirnya meninggal," jelasnya. Untuk itu, Abyadi mengatakan, Dinas Kesehatan provinsi ataupun kabupaten/kota dapat menjalankan peran kontrolnya, agar layanan di RS dapat lebih diperbaiki. Begitupun, RS yang ada khususnya milik pemerintah supaya juga dapat berbenah diri."Saya menilai peran Dinas Kesehatan tidak terlihat. Harusnya, Dinas Kesehatan dapat lebih menjalankan fungsi kontrolnya," sebutnya. Belum lagi, sambung Abyadi persoalan dokter yang belum merata hingga ke daerah, serta akreditasi yang masih minim. Sehingga di RS belum tercipta pelayanan yang terstandart.(BS03)