Beritasumut.com-Untuk diagnosis yang lebih detail, tepat dan penanganannya jauh lebih pasti dari pada hanya pemeriksaan fisik, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik akhirnya meresmikan operasional penggunaaan alat kesehatan Magnetic Resonance Imaging (MRI), Senin (22/05/2017). Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr Mardianto SpPD mengungkapkan dalam penggunaan MRI tersebut, RS Adam Malik masih membutuhkan tambahan tenaga ahli radiologi. Namun dengan adanya MRI, RS Adam Malik tidak perlu lagi merujuk pasien ke RS lain jika dibutuhkan pengobatan menggunakan MRI."Kita sudah beli alat canggih ini sejak 2016 dan pemakaiannya sudah berjalan tetapi baru diresmikan sekarang. Namun, ahli kita masih kurang, butuh orang baru untuk menambah tenaga terampil," jelasnya. Ia menyarankan, pelayanan paket yang menggunakan MRI harus sesuai indikasi dokter. Sebab, tidak semua pengobatan harus dilakukan dengan menggunakan MRI. "Alat ini mempercepat proses pemindaian seluruh anggota tubuh manusia," tegasnya. Kepala Instalasi Radiologi, dr Armen H Rangkuti SpRad(K) menambahkan, pegawai di instalasinya memang kurang, baik dokter maupun tenaga non-medis. Saat ini, ada enam dokter dan 20 karyawan radiologi. Apalagi kesemuanya tidak hanya melayani MRI, tetapi ada juga CT-Scan, Ultrasonography (USG) dan X-Ray. "Secara jumlah memang kurang. Namun, kita bekerja semaksimal mungkin melayani masyarakat. Instalasi radiologi butuh tenaga paramedis minimal 10 sampai 20 orang untuk membantu pelayanan," sebutnya. Di instalasi tersebut, sambungnya, hanya ada dua orang yang sangat ahli menggunakan MRI, hal itu disebabkan karena alat ini berbeda dengan radioterapi yang lain. MRI merupakan langkah pemeriksaan akhir untuk radiologi jika sudah tidak dapat dideteksi menggunakan CT-Scan, USG dan X-Ray."Dengan MRI bisa makin mempercepat pelayanan masyarakat Sumut khususnya dan Sumatera pada umumnya. Apalagi permintaan berobat banyak karena kita RS tipe A dan pusat rujukan," pungkasnya.(BS03)