Lakukan Pengobatan, Dokter Diminta Libatkan Keluarga Pasien

- Kamis, 18 Mei 2017 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052017/7107_Lakukan-Pengobatan--Dokter-Diminta-Libatkan-Keluarga-Pasien.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Sumatera Utara (Sumut) Parlindungan Purba mengungkap-kan, dalam melakukan pengobatan, pasien dan keluarga harus ikut dilibatkan. Bukannya diserahkan sepenuhnya kepada kemauan dokter yang menangani saja.

 

"Harapan dan kemauan pasien serta keluarga tentunya harus di dengarkan. Jadi, sudah seharusnya ikut dilibatkan dalam setiap pengobatan," ungkapnya kepada wartawan, usai workshop peningkatan mutu dan keselamatan pasien dalam standart akreditasi, kerjasama KARS dan ARSSI Sumut, di RS Murni Teguh, Kamis (18/05/2017).

 

Sekretaris ARRSI Sumut, dr Imelda Lyana Ritonga menambahkan, untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien memang penting diutamakan oleh Rumah Sakit (RS). Hal ini berkaitan dengan manajemen resiko yang membahayakan pasien.Karenanya Imelda mengaku, ARRSI terus mendorong agar terlaksananya akreditasi untuk rumah sakit. Melalui workshop, pemahaman akan pentingnya akreditasi, sebutnya, dapat membantu untuk merealisasikannya."Apalagi syarat untuk akreditasi itu sangat banyak. Termasuk tata kelola, layanan, hingga pengolahan obat. Jadi semua RS itu dinilai elemen-elemennya," jelasnya.

 

Untuk akreditasi, lanjut Imelda, RS harus memiliki komitmen penuh untuk mendapatkannya. Selain kepemimpinan, dan ilmu yang dipersiapkan dalam proses mendapatkan akreditasi itu."Terutama komitmen pemilik. Apalagi dalam akreditasi biayanya cukup besar, seperti sarana, dokumen, bangunan, berkas, dan lainnya," terangnya.

 

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Murni Teguh, dr Jong Khai MARS menilai, di antara provinsi lainnya, dalam perolehan akreditasi Sumut termasuk cukup lambat. Hingga kini, dari 200-an RS yang terdapat diprovinsi ini, baru sekitar 51 RS saja yang sudah mengantongi akreditasi."Tapi walaupun begitu, jumlah ini sudah cukup lumayan. Meski, sebagian besar baru lulus perdana," sebutnya.

 

Jong Khai mengatakan, sesuai rilis Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Sumut menempati posisi 5 besar. Untuk itu ia berharap, dengan ini agar semakin banyak lagi RS di Sumut yang terakreditasi."Sudah banyak RS yang mempersiapkan diri. Tinggal menunggu waktu karena perlu proses. Jadi disini kita berusaha bantu teman-teman untuk memperoleh akreditasi itu," pungkasnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem Beri Kesempatan Pasien Pulih untuk Berjualan

Kesehatan

Dokter di Rumah Sakit Pirngadi Medan Keluhkan Ketersediaan Obat

Kesehatan

Kerjasama RS Adam Malik Medan dan Dokter Arab Saudi, 25 Anak Kelainan Jantung Dioperasi

Kesehatan

Dua Jenazah Pasien Tanpa Identitas dan Keluarga Dirawat di RS Adam Malik

Kesehatan

Kerjasama RSUPHAM dan Dokter Arab Saudi, Sepuluh Operasi Bedah Jantung Berhasil Dilakukan

Kesehatan

Jumlah Pasien Pengidap HIV di Rumah Sakit Pirngadi Medan Meningkat