Bayi Kembar Siam Berkepala Dua Meninggal Akibat Sesak Napas

Herman - Senin, 08 Mei 2017 01:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052017/1666_Bayi-Kembar-Siam-Berkepala-Dua-Meninggal-Akibat-Sesak-Napas.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Setelah mendapatkan perawatan intensif selama lebih dari sebulan di Ruang Rawat Inap Anak dan Perinatologi Rindu B rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, tepatnya sejak 28 Maret lalu, akhirnya salah satu dari dua bayi kembar siam meninggal dunia, Sabtu (06/05/2017) sore.

 

Bayi kembar siam yang meninggal tersebut adalah bayi berkepala dua inisial A1 dan A2 asal Binjai.

 

Sekretaris Tim Medis yang menangani bayi kembar siam itu, dr Rizky Adriansyah SpA (K) ketika dikonformasi, Minggu (07/05/2017) mengaku jika bayi malang tersebut meninggal dunia pukul 16.10 WIB. Penyebabnya, kata dia, adalah sesak nafas yang memberat dikarenakan penyakit jantung bawaan kompleks yang dialaminya.

 

Rizky mengaku, selama perawatan pihaknya sudah memberikan terapi optimal. Namun, memang kondisi bayi berkepala dua lemah dan kematian tersebut karena kegagalan sistem organ multipel.

 

"Selama perawatan, tim dokter sudah memberikan terapi yang optimal, seperti oksigen, pemberian antibiotik, menjaga suhu tubuh tetap stabil, dan lainnya. Penyebab kematiannya karena gagal sistem organ multipel," terangnya.

 

Sebelumnya, ia menjelaskan bayi A1 dan A2 masih meminum susu formula memakai bantuan selang dan bantuan oksigen untuk bernafas. Berat badannya juga menurun dari 3.710 gram menjadi 3.390 gram.

 

Menurutnya, penurunan berat badan pada bayi berkepala dua ini, kemungkinan saja dikarenakan pada salah satu bayi mengalami kelainan jantung. Perkembangannya bayi itu sebut dia, memang berbeda dengan bayi kembar siam lainnya (dempet dada) berinisial F dan S.

 

"Kondisi itu dikarenakan saat dirujuk ke RS Adam Malik, keadaan umumnya tidak sebaik bayi F dan S. Jadi proses berkembangnya juga lebih lama," jelasnya.

 

Sementara itu, pada kondisi bayi kembar siam dempet dada Rizky menuturkan jika kondisinya semakin baik. Asupan minum dan daya isapnya baik, begitupun gerakan motorik kedua bayi aktif, tidak ada demam, dan berat badannya bertambah.

 

Untuk proses pemisahan kedua bayi itu, sambungnya, butuh waktu yang masih lama. Pemisahan baru bisa dilakukan ketika bayi berusia tiga bulan hingga satu tahun sesuai kondisi serta kesiapan fisiknya.

 

"Kondisi satu pasang bayi kembar siam lainnya masih baik. Untuk pemisahan, itu harus dibicarakan bersama tim dokter serta dilihat dulu kondisi si bayi," pungkasnya.

 

Kepala Sub Bagian Humas RSUP Haji Adam Malik, Masahadat Ginting juga mengakui bahwasanya bayi kembar siam yang dirawat di RS Kemenkes tersebut telah meninggal dunia. Namun, Masahadat menambahkan, usai meninggal bayi tersebut langsung dibawa oleh keluarganya untuk disemayamkan.

 

"Sudah meninggal, Sabtu sore kemarin. Sore itu juga, bayi itu sudah kembali dibawa oleh keluarganya," ungkapnya.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemisahan Bayi Kembar Siam Brian dan Drian Berhasil Dilakukan

Kesehatan

Bayi Kembar Siam Hasan-Husin Meninggal Dunia

Kesehatan

Bayi Kembar Siam di RSUPHAM, Orangtua Masih Kesulitan Cari Pendonor ASI

Kesehatan

Bayi Kembar Siam Butuh Donor ASI

Kesehatan

Bayi Kembar Siam Lahir di Rumah Sakit Adam Malik Medan

Kesehatan

Bayi Kembar Siam Ratih dan Ririn Kemungkinan Tidak Dipisah