1 dari 3 Orang di Indonesia Derita Gigi Sensitif

- Kamis, 04 Mei 2017 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052017/9067_1-dari-3-Orang-di-Indonesia-Derita-Gigi-Sensitif.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Melakukan pemeriksaan ke dokter gigi merupakan langkah awal dalam merawat gigi sensitif. Namun hal tersebut sepertinya belum disadari betul oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Tercatat, 52 persen masyarakat tidak menyadari kondisi gigi sensitif yang dideritanya dan tidak berkonsultasi dengan dokter gigi. 

 

"Penanganan gigi sensitif seringkali luput dari perhatian. Padahal jika tidak ditangani, gigi sensitif tidak bisa hilang dengan sendirinya. Sehingga akan dikeluhkan seumur hidup," ujar Ketua Ikatan Periodonsia Indonesia, Dr drg Yuniarti Soeroso Sp.Perio(K) kepada wartawan, Kamis (04/05/2017).

 

Yuniarti mengungkapkan, usaha membebaskan masyarakat Indonesia dari rasa nyeri akibat gigi sensitif perlu dilakukan. Mengingat 1 dari 3 orang di Indonesia menderita gigi sensitif.Hipersensitivitas atau gigi sensitif adalah keadaan ketika enamel bagian dalam gigi yang lebih lembut berada dalam kondisi terbuka diakibatkan resesi gusi.

 

"Sekitar 29% masyarakat Indonesia kini merasakan nyeri akibat Gigi sensitif ini, setidaknya 1,7 kali setiap bulan. Rata-rata penderita gigi sensitif ini adalah pemuda berusia 20 hingga 50 tahun," sebutnya.

 

Gejala gigi sensitif, terang dia, awalnya dirasakan sekadar ngilu singkat saat dirangsang. Seperti rangsangan dingin air es atau sikat gigi. Penanganan awal, tuturnya, bisa dilakukan perawatan sendiri di rumah dengan menggunakan pasta untuk gigi sensitif sebagai pengganti dentin alami."Namun kalau tidak bisa dihilangkan ngilu dengan hanya menggunakan pasta gigi, maka harus dengan perawatan dokter," tuturnya.

 

Sementara itu, Presiden Direktur GlaxoSmithKline (GSK), Pawan Sud mengatakan dalam mendukung usaha 1.300 dokter gigi di Indonesia melawan gigi sensitif ini, diluncurkan pasta gigi mengandung Novamin, dengan penyempurnaan formula sehingga dapat membentuk lapisan pelindung gigi sensitif 60% lebih keras."Pasta gigi bisa menjadi pilihan perawatan gigi sensitif yang sangat praktis, karena digunakan bersamaan ketika menyikat gigi," terangnya.

 

Pawan Sud juga menyatakan komitmen perusahaan yang dipimpinnya dalam pengembangan teknologi guna menyelesaikan masalah gigi sensitif. Sehingga diharapkan investasi melalui penelitian yang dilakukan mampu menjawab kebutuhan konsumen yang terus meningkat."Diharapkan kehadiran pasta gigi ini mampu menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi gigi sensitif," jelasnya.

 

GSK Regional Expert Manager of Sensodyne, Jasmine Loh menerangkan pasta gigi mengandung senyawa bioaktif Novamin merupakan teknologi unik untuk memperbaiki tulang dan gigi sensitif.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Sebanyak 57,6 Persen Penduduk Alami Masalah Gigi-Mulut

Kesehatan

Kasus Gigitan Tinggi, Dinkes Imbau Masyarakat Vaksin Hewan Peliharaan

Kesehatan

Sambut HKGN 2022, Siswa SD Muhammadiyah 36 Medan Sikat Gigi Massal

Kesehatan

Apresiasi Sikat Gigi Massal, Bobby Nasution : Kesehatan Gigi Penting Dijaga Sejak Usia Dini

Kesehatan

Bobby Nasution Minta Dukungan PDGI untuk Wujudkan Medical Tourism di Kota Medan

Kesehatan

Seorang Anak di Simalingkar Meninggal Usai Digigit Anjing