Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Sumut Selenggarakan Seminar Laktasi Nasional di USU

- Sabtu, 29 April 2017 21:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/8753_Asosiasi-Ibu-Menyusui-Indonesia-Sumut-Selenggarakan-Seminar-Laktasi-Nasional-di-USU.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sumut menggelar seminar nasional dengan tema 'Peranan Tenaga Kesehatan Membantu Keberhasilan Ibu Menyusui' di Aula Rumah Sakit USU, Medan, Sabtu (29/04/2017). Seminar ini digelar dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengetahuan para tenaga kesehatan mengenai problematika menyusui dan solusinya. 

 

Menyusui memang bukanlah suatu penyakit yang ditangani secara medis, namun kegagalan ibu menyusui memberikan resiko yang besar terhadap kesehatan anak. Dukungan tenaga kesehatan menjadi salah satu kunci keberhasilan ibu menyusui.

 

Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2017, mengatakan “Jangan sampai ada lagi yang namanya  gizi buruk. Tidak ada anak yang sepantasnya kekurangan gizi di negara berpendapatan menengah seperti sekarang ini.”

 

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, masih ada sekitar 8.8 juta anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang pendek, 3 juta balita kurus serta sejumlah balita yang gemuk (kelebihan bobot) yang menunjukkan masalah gizi balita masih cukup serius di Indonesia.

 

Salah satu faktor yang memengaruhi masalah gizi balita adalah asupan makanan yang kurang tepat, khususnya pemberian ASI yang tidak optimal. Di Indonesia, hampir 9 dari 10 ibu menyusui, namun sayangnya hanya 42% saja bayi berusia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI secara eksklusif dan menikmati manfaat ASI secara optimal. Faktor protektif dan nutrient yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi baik, juga menurunkan angka kesakitan dan kematian anak.

 

Faktor-faktor penghambat pemberian ASI secara optimal antara lain karena rendahnya pengetahuan para ibu mengenai manfaat ASI dan cara menyusui yang benar, kurangnya pelayanan konseling laktasi dan dukungan dari petugas kesehatan, persepsi–persepsi sosial budaya yang menentang pemberian ASI, kondisi yang kurang memadai bagi para ibu yang bekerja, serta pemasaran agresif oleh perusahan–perusahan susu formula yang tidak saja mempengaruhi para ibu, namun juga petugas kesehatan.

 

“Promosi ASI eksklusif wajib dilakukan oleh tenaga kesehatan. Menurut PP Nomor 33 tahun 2012 bahwasanya pemberian susu formula hanya atas indikasi medis. Jadi, tidak boleh ada di Sumatera Utara ini tenaga kesehatan yang menawarkan susu formula, karena hal itu

melanggar hukum,” ungkap Drs Agustama Apt MKes selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara). 

 

“Saya yakin seminar ini memberikan informasi yang tepat tentang pemberian ASI kepada tenaga kesehatan. Saya harap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” sambungnya.

 

Seminar laktasi nasional ini diikuti oleh sekitar 250 orang praktisi/ tenaga kesehatan, yaitu bidan, perawat, sarjana kesehatan masyarakat, dan juga kalangan mahasiswa. Ada empat orang pembicara dengan topik yang berbeda-beda, yakni dr RA Dwi Pujiastuti MKed (Neu) SpS yang juga Ketua AIMI Sumut, Dosen dan Ketua Prodi S2/S3 IKM FKM AIMI Sumut Etty Sudaryati MKM PhD, Ketua Umum AIMI Pusat Mia Sutanto SH LL M dan Sentra Laktasi Indonesia-Laktivis Senior Indonesia dr Utami Roesli SpA MBA IBCLC FABM.

 

“Menyusui itu cukup kompleks bagi seorang ibu, karena melibatkan faktor fisik dan psikologis yang tidak dapat diabaikan. Kegagalan seorang ibu menyusui merupakan masalah kesehatan, sehingga tenaga kesehatan perlu dibekali ilmu yang tepat untuk mencegah hal tersebut. Di Sumatera Utara, masih minim sekali fasilitas kesehatan yang menerapkan layanan proASI. Semoga dengan adanya seminar ini, para tenaga kesehatan semakin meningkatkan dukungan dan pendampingan sejak dari masa kehamilan ibu sampai pasca melahirkan,” papar dr RA Dwi Pujiastuti.

 

Natalius Bago, seorang perawat, salah satu peserta seminar yang berasal dari Kabupaten Nias menjelaskan bahwa, “Tantangan dan masalah menyusui yang didiskusikan pada seminar ini tepat sekali dengan apa yang pengalaman saya bekerja di masyarakat. Informasi yang saya dapatkan sangat bermanfaat dan memberikan banyak solusi untuk dapat saya terapkan“.

 

Selain kegiatan seminar ini, secara regular kegiatan yang dilakukan oleh AIMI Sumut sebagai upaya dalam mensosialisasikan mengenai pentingnya ASI antara lain mengadakan kelas edukasi bagi masyarakat, konseling menyusui (oleh konselor bersertifikasi), sosialisasi di kantor pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam rangka melakukan advokasi untuk mendukung keberhasilan ibu menyusui.(BS02)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Implementasi Permendag 24/2025 Tersendat, KADIN Dorong Impor Plastik Bekas Terkendali

Kesehatan

Arus Balik Lebaran, Pertamina Sumbagut Bersama Staf Khusus Menteri ESDM Pastikan Kesiapan Layanan Energi

Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu

Kesehatan

Pertamina Sumbagut Berikan Layanan Porter Gratis bagi Pemudik di Bandara Kualanamu

Kesehatan

Drama Kartu Merah dan Kontroversi, PSMS Tumbang 1-2 vs Bekasi City

Kesehatan

Rekor Kandang Bekasi City Dipertaruhkan, PSMS Siap Curi Poin