Beritasumut.com-Berdasarkan hasil swab tenggorokan dari F (46) pasien suspect Middle East Resivatory Syndrom Corona Virus (Mers-CoV) asal Kutacane Aceh Tenggara yang dirawat di Ruang Infeksius Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik dinyatakan negatif. Hal ini diungkapkan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik dr Bambang Prabowo MKes. Bambang menyebutkan, bahkan F telah dipulangkan pada Minggu (23/04/2017) siang sekitar pukul 14.00 WIB. "Pasien yang kita rawat selama enam hari ini tidak terkena Mers-CoV. Hasil pemeriksaan swab tenggorokan pasien dari Litbangkes Kemenkes RI, negatif. Pasien pulang hari Minggu tanggal 23 April," katanya kepada wartawan, Selasa (25/04/2017). Dijelaskan Bambang, pasien hanya terkena infeksi radang paru biasa (Pneumonia). Pada awalnya, pasien masuk ke rumah sakit pada 18 April 2017 dengan keluhan demam tinggi sepulangnya dari ibadah Umroh pada 17 Aptil 2017. "Karena keluhan pasien demam tinggi sepulangnya dari ibadah Umroh, tim medis langsung melakukan penanganan yang intensif untuk mencegah virus Mers-CoV menyebar," jelas dr Bambang Prabowo. Hal senada, Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Masahadat Ginting menambahkan pasien diperbolehkan pulang oleh tim medis karena hasil dari Litbangkes Kemenkes RI negatif dan tidak demam lagi. "Pasien juga diberikan status Pasien Berobat Jalan (PBJ)," ujarnya. Selama perawatan, kata Masahadat, pasien juga diberikan antibiotik melalui infus untuk mengobati pneumonia. Sebelumnya, tim medis juga sudah mengecek darah rutin, foto thorax dan swab tenggorokan pasien. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sumut melalui Kasi Bimdal Dinas Kesehatan Sumut, Suhadi mengatakan hasil pemeriksaan swab pasien dari Litbangkes Kemenkes RI juga negatif Mers-CoV. "Sudah kita terima pemberitahuannya dari Litbangkes Kemenkes RI, hasilnya negatif. Setelah menjalani perawatan beberapa hari di RS Adam Malik, Minggu (23/04/2017) pasien sudah kembali dipulangkan ke rumahnya," ujar Suhadi. (BS03)